PPDI Dorong Pemberdayaan Disabilitas Merata di Seluruh Kaltim
- 04 Jun 2026 10:20 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya pemberdayaan penyandang disabilitas di Kalimantan Timur terus didorong agar tidak hanya terpusat di Kota Samarinda dan Balikpapan. Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) berharap program pelatihan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia dapat menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
Hal tersebut mengemuka dalam dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi Pro1 RRI Samarinda yang membahas pentingnya kolaborasi antara organisasi disabilitas, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas akses pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.
Ketua PPDI Kota Samarinda, Rica Rahim, menilai keberhasilan program pemberdayaan yang berjalan di Samarinda dan Balikpapan dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Menurutnya, masih terdapat delapan kabupaten dan kota di Kalimantan Timur yang berpotensi mengembangkan program serupa guna meningkatkan kesejahteraan penyandang disabilitas.
“Nanti saya akan menyampaikan hal ini kepada Ketua PPDI Provinsi Kalimantan Timur. Namun sebelum itu, alangkah baiknya pengurus PPDI di masing-masing daerah mulai memperkenalkan diri dan membangun komunikasi dengan berbagai pihak di wilayahnya,” ujar Rica, dikutip Kamis 4 Juni 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan organisasi disabilitas harus dikenal lebih dahulu oleh pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, berbagai program yang berkaitan dengan isu disabilitas dapat tersalurkan kepada pihak yang tepat.
“Kalau tak kenal maka tak sayang. Ketika pemerintah dan stakeholder mengetahui keberadaan PPDI di daerahnya, mereka akan lebih mudah menyalurkan program-program yang berkaitan dengan penyandang disabilitas,” katanya.
Menurut Rica, pendekatan proaktif menjadi kunci dalam memperjuangkan hak dan kesempatan bagi penyandang disabilitas. PPDI Samarinda dan Balikpapan selama ini tidak hanya menunggu program datang, tetapi aktif menjalin komunikasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), dunia usaha, hingga berbagai komunitas.
“Kami mendatangi OPD, stakeholder, hingga vendor untuk menyampaikan aspirasi sekaligus bertukar ide. Dari situ sering muncul peluang baru yang dapat dimanfaatkan oleh teman-teman penyandang disabilitas,” ucapnya.
Ia menegaskan, organisasi disabilitas tidak bisa hanya menunggu perhatian dari pihak lain. Sebaliknya, diperlukan inisiatif untuk membangun jejaring dan membuka ruang kolaborasi agar semakin banyak program yang berpihak pada penyandang disabilitas.
“Kita tidak bisa hanya menunggu. Harus ada langkah nyata untuk memperkenalkan diri dan menunjukkan potensi yang dimiliki. Ketika kita bergerak lebih dulu, biasanya akan muncul dukungan dan peluang yang lebih besar,” ujar Rika.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyoroti semakin terbukanya peluang bagi penyandang disabilitas seiring berkembangnya isu inklusi di berbagai sektor. Menurutnya, saat ini banyak ruang yang dapat dimasuki oleh penyandang disabilitas, baik di bidang pendidikan, pelatihan keterampilan, kewirausahaan, maupun dunia kerja.
“Sekarang isu inklusi sudah semakin kuat. Banyak peluang yang sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh teman-teman penyandang disabilitas. Tinggal bagaimana kita mempersiapkan diri dan membangun kerja sama yang baik dengan berbagai pihak,” katanya.
Melalui sinergi antara PPDI kabupaten dan kota, PPDI Provinsi Kalimantan Timur, pemerintah daerah, serta pelaku usaha, diharapkan program pemberdayaan penyandang disabilitas dapat berkembang lebih luas. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang inklusif, setara, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga tanpa terkecuali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....