Refleksi 17 Tahun Gempa 2009, Padang Tingkatkan Kesiapsiagaan

  • 29 Sep 2026 16:36 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Memperingati 17 tahun gempa Sumatera Barat 2009, Pemerintah Kota Padang kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana. Momentum tersebut diperingati pada Rabu, 30 September 2026, sekaligus menjadi sarana merefleksikan pengalaman gempa yang melanda Sumatera Barat, khususnya Kota Padang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan, peringatan 17 tahun gempa 2009 tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan mengenang peristiwa bencana. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

“Kita memang memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Kota Padang setiap tahunnya. Tujuannya untuk merenungkan kejadian gempa 2009 dan menjadi salah satu kewaspadaan serta kesiapsiagaan kita,” ujar Hendri, Selasa, 29 September 2026.

Hendri menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan seminar kebencanaan yang dilaksanakan sejak pagi hingga sore di Hotel Santika Padang. Seminar tersebut melibatkan peserta dari 24 kota di kawasan Sumatera, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumater Barat dan sejumlah daerah lainnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peringatan 17 tahun gempa pada pukul 16.30 WIB di Monumen Tugu Gempa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai risiko bencana yang dapat terjadi di Kota Padang.

Hendri menyebutkan, Kota Padang memiliki potensi alam dan kawasan wisata yang menjadi salah satu kekuatan daerah, mulai dari pantai hingga kawasan perbukitan. Namun, kondisi geografis tersebut juga diikuti berbagai potensi ancaman bencana, seperti gempa bumi, tsunami, banjir bandang, dan longsor.

“Yang penting, yang terpenting di sini adalah kita selalu melakukan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana yang terjadi. Kesiapsiagaan tidak dapat dibangun hanya ketika bencana terjadi, komunikasi dan silaturahmi antarpemangku kepentingan kebencanaan perlu dilakukan secara rutin sebelum bencana, saat terjadi bencana, maupun setelah bencana,” ucapnya.

Ia menyampaikan, berbagai organisasi dan stakeholder kebencanaan perlu terus berkolaborasi dan membangun koordinasi. Dengan komunikasi yang terjaga, masing-masing pihak diharapkan dapat lebih siap menjalankan perannya ketika menghadapi situasi darurat.

Hendri menambahkan, peringatan 17 tahun gempa 2009 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Pengalaman bencana masa lalu menjadi pembelajaran agar kesiapsiagaan terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi risiko bencana di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....