Disdikbud Padang Pantau Kualitas Udara untuk Tentukan Sekolah Kembali Tatap Muka
- 19 Sep 2026 13:43 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang masih memantau perkembangan kualitas udara untuk menentukan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah. Jika kondisi udara membaik, proses belajar mengajar di sekolah diharapkan kembali normal mulai Senin pekan depan.
Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova mengatakan, kebijakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ kembali diterapkan setelah kualitas udara dinilai memburuk dan berisiko bagi kesehatan peserta didik. Menurutnya, peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam kondisi kabut asap.
“Kita tidak bisa mengorbankan kesehatan siswa daripada proses belajarnya. Kalau memang karena bencana alam, proses pembelajaran dari jarak jauh dimungkinkan,” ujarnya saat menjadi narasumber dialog di RRI Padang, Sabtu,19 September 2026.
Yopi menjelaskan, keputusan untuk menerapkan maupun menghentikan PJJ dilakukan dengan memantau sejumlah sumber informasi terkait kualitas udara. Disdikbud menerima laporan dari BPBD dan pihak kesehatan sebagai salah satu bahan pertimbangan.
“Ketika indeks kualitas udara sudah menunjukkan kondisi yang sangat berbahaya, pembelajaran tatap muka dihentikan dan sekolah kembali menerapkan PJJ. Sebaliknya, jika kondisi udara membaik, aktivitas belajar di sekolah dapat kembali dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kondisi kelompok rentan,” katanya.
Yopi menambahkan, kondisi kualitas udara pada akhir pekan akan menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan kegiatan belajar pada awal pekan. Dinas Pendidikan akan melihat perkembangan kualitas udara hingga Minggu sebelum mengambil keputusan mengenai pembelajaran tatap muka.
Sementara itu, pelaksanaan PJJ di sejumlah sekolah dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan dan sarana yang tersedia. Guru dapat memberikan tugas secara langsung maupun memanfaatkan platform pembelajaran digital, seperti Google Classroom dan media pembelajaran daring lainnya.
Dalam pelaksanaannya, orang tua juga ikut membantu mendampingi anak belajar dari rumah. Yopi mengakui, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua maupun guru karena pembelajaran harus dialihkan dari sekolah ke rumah.
Ia berharap kondisi kabut asap tidak berlangsung lama seperti pengalaman pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi. Menurutnya, pembelajaran tatap muka tetap lebih optimal karena siswa membutuhkan interaksi langsung, bimbingan, serta penguatan dari guru.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat udaranya sudah semakin bagus, sehingga kita bisa melaksanakan aktivitas seperti biasa. Ini juga jadi permintaan dari banyak orang tua,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....