Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Sumbar Bagikan Ribuan Masker

  • 16 Sep 2026 17:36 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Sumatera Barat membagikan 6.000 masker kepada masyarakat dan pengguna jalan di Kota Padang, Rabu, 16 September 2026. Pembagian masker dipusatkan di depan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumatera Barat sebagai upaya membantu masyarakat mengurangi paparan udara yang kurang sehat.

Kondisi udara di Kota Padang dalam beberapa waktu terakhir terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan di wilayah provinsi tetangga. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti balita, anak-anak, dan lanjut usia.

Ketua IPSM Sumatera Barat, Erlina, mengatakan pembagian masker dilakukan di sejumlah titik yang banyak dilalui masyarakat. Selain kawasan Masjid Raya, masker juga dibagikan di kawasan Simpang Tinju, Kecamatan Nanggalo, serta melalui pekerja sosial masyarakat di kecamatan dan kelompok komunitas.

“Alhamdulillah, kita siang ini membagikan masker kepada masyarakat, terutama pengendara yang melintasi jalan di depan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Sumbar ini. Kita turun secara bersama dan dibantu para mahasiswa di Kota Padang,” ujar Erlina.

Erlina mengatakan pembagian masker tersebut merupakan bentuk kepedulian IPSM terhadap masyarakat yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang sehat. Masyarakat diimbau menggunakan masker saat berada di luar ruangan untuk mengurangi risiko terpapar partikel dari kabut asap.

Sekretaris IPSM Sumatera Barat, Desyontori, mengatakan sebanyak 6.000 masker yang dibagikan merupakan bantuan dari IPSM Nasional melalui mitranya, Kalbe Farma Tbk. “Masker ini dari IPSM Nasional yang mitranya Kalbe Farma Tbk, jumlahnya 200 box, satu box berisi 30 lembar, jadi totalnya 6.000 masker,” tutur Desyontori.

IPSM Sumatera Barat berharap pembagian masker dapat membantu masyarakat melindungi saluran pernapasan selama kualitas udara belum kembali normal. Masyarakat juga diharapkan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk serta memperhatikan informasi kualitas udara dari pihak berwenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....