TPID Padang Pariaman Catat 95 Langkah Pengendalian Inflasi

  • 18 Sep 2026 02:35 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Padang Pariaman mencatat 95 kegiatan pengendalian inflasi selama periode evaluasi Triwulan II 2026. Aktivitas tersebut mengantarkan TPID Padang Pariaman meraih peringkat pertama kategori Tim Pengendalian Inflasi Teresponsif tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Capaian itu menjadi gambaran aktivitas TPID dalam merespons dinamika harga dan menjaga stabilitas ekonomi daerah. Upaya pengendalian dilakukan melalui koordinasi lintas sektor untuk memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat.

Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh anggota TPID dan perangkat daerah terkait. Menurutnya, penghargaan tersebut menunjukkan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam merespons kondisi di tengah masyarakat berjalan secara aktif.

“Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas capaian ini. Peringkat pertama sebagai Tim Pengendalian Inflasi Teresponsif merupakan hasil kerja bersama seluruh anggota TPID dan OPD terkait,” ujarnya dalam High Level Meeting (HLM) TPID se-Sumatera Barat Triwulan III 2026 di Auditorium Anggun Nan Tongga Bank Indonesia, Kamis, 17 September 2026.

Rahmat menegaskan, penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan akhir dari upaya pengendalian inflasi di Padang Pariaman. Pemerintah daerah akan terus meningkatkan kinerja untuk menjaga kestabilan harga sekaligus mempertahankan daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

“Pengendalian inflasi berkaitan langsung dengan daya beli dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kita harus terus memastikan pasokan tersedia, distribusi berjalan lancar dan apabila terjadi gejolak harga, kita mampu merespons dengan cepat,” katanya.

Menurut Rahmat, pengendalian inflasi membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dengan Bank Indonesia, BPS, Bulog, BMKG, instansi vertikal, pelaku usaha, serta seluruh OPD terkait. Kolaborasi tersebut diperlukan mulai dari pemantauan harga dan ketersediaan komoditas, penguatan pasokan, hingga memastikan distribusi berjalan lancar.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pengendalian inflasi membutuhkan data yang akurat, koordinasi yang kuat dan respons yang cepat,” tegasnya.

Ia menyebut, 95 kegiatan yang tercatat selama periode evaluasi menunjukkan TPID Padang Pariaman aktif melakukan berbagai langkah pengendalian secara lintas sektor. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi ekonomi daerah tetap stabil di tengah dinamika yang berpotensi memengaruhi harga kebutuhan masyarakat.

Rahmat berharap capaian tersebut menjadi energi baru bagi seluruh jajaran TPID dan perangkat daerah untuk meningkatkan kinerja pengendalian inflasi. Ia menekankan, ukuran keberhasilan bukan hanya penghargaan, tetapi manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui harga kebutuhan yang tetap terjangkau.

“Target kita bukan sekadar mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana setiap langkah yang dilakukan TPID benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama dalam menjaga harga tetap terjangkau dan daya beli masyarakat tetap kuat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....