Kualitas Udara Masih Tidak Sehat, Padang Pariaman Tiadakan CFD

  • 13 Sep 2026 10:32 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman meniadakan kegiatan Car Free Day (CFD) pada Minggu 13 September 2026 sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap yang masih memengaruhi kualitas udara. Keputusan tersebut diambil setelah pemantauan kualitas udara menunjukkan konsentrasi PM2.5 masih berada dalam kategori tidak sehat.

Berdasarkan pemantauan Shelter Air Quality Monitoring System (AQMS) Kabupaten Padang Pariaman, kualitas udara pada periode 7 hingga 12 September 2026 berada pada rentang ISPU PM2.5 130 hingga 149.

Data Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Padang Pariaman mencatat, ISPU PM2.5 pada Senin 7 September 2026 pukul 06.00 WIB berada di angka 149. Angka tersebut kemudian tercatat 145 pada Selasa dan 146 pada Rabu . Kualitas udara sempat membaik pada Kamis dengan nilai ISPU PM2.5 sebesar 130. Namun, kondisi kembali memburuk pada Jumat dengan angka 144 dan pada Sabtu tercatat 136.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena kabut asap berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Pemerintah juga terus melakukan langkah antisipasi untuk mengurangi paparan masyarakat terhadap pencemaran udara. “Untuk tanggal 13 September , Car Free Day yang sedianya dilaksanakan ditiadakan. Ditiadakannya sampai ada pengumuman lebih lanjut,” jelas John Kenedy Azis.

Menurut John Kenedy Azis, CFD akan kembali dilaksanakan setelah kondisi udara dinilai membaik. Kebijakan tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam melindungi masyarakat, terutama karena kegiatan CFD melibatkan aktivitas fisik masyarakat di ruang terbuka.

Selain meniadakan CFD, Pemkab Padang Pariaman telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kabut asap. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran dan memperburuk kualitas udara.

“Kita tentu saja pertama menyelamatkan dulu warga Kabupaten Padang Pariaman dengan cara memberikan penyuluhan-penyuluhan, menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan kabut asap ini,” ujar John Kenedy Azis.

Pemkab juga menginstruksikan seluruh OPD, camat, dan wali nagari untuk membagikan masker kepada masyarakat. Hingga saat ini, lebih dari 50 ribu masker telah dibagikan kepada warga Kabupaten Padang Pariaman.

“Yang kedua, saya sudah memerintahkan OPD-OPD, camat-camat, wali nagari untuk membagikan masker. Mungkin sudah lebih dari 50 ribu masker kami telah bagikan kepada warga Kabupaten Padang Pariaman,” ungkapnya.

John Kenedy mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan udara yang tercemar.

“Imbauan saya kepada masyarakat supaya berhati-hati. Kalau tidak perlu keluar rumah, jangan keluar rumah. Kalaupun harus keluar rumah, saya menyarankan pakai masker,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....