Padang Perkuat Pola Asuh Ramah Anak di Panti Asuhan

  • 18 Sep 2026 02:55 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Padang mendorong pengurus panti asuhan menerapkan pola asuh positif yang mengutamakan pemenuhan hak serta kesejahteraan psikologis anak. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan anak yang tinggal di panti tetap memperoleh dukungan emosional dan lingkungan pengasuhan yang aman.

Kepala DP3AP2KB Kota Padang Boby Firman mengatakan, perlindungan dan pemenuhan hak anak menjadi bagian penting dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Layanan di panti asuhan tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga harus memperhatikan kondisi psikologis anak.

“Anak merupakan potensi yang sangat penting, sebagai penentu kualitas sumber daya manusia Indonesia yang akan menjadi pilar utama pembangunan bangsa. Perlu ditingkatkan kualitasnya dan mendapatkan perlindungan secara sungguh-sungguh,” katanya saat Sosialisasi Psikoedukasi Pola Asuh Anak, di Aula Meeting DP3AP2KB Kota Padang, Kamis 17 September 2026.

Ia mengatakan, DP3AP2KB Kota Padang terus mendorong panti asuhan agar berkembang menjadi pusat layanan yang ramah anak. Perhatian tersebut mencakup fasilitas panti sekaligus pola pengasuhan yang berorientasi pada kesejahteraan psikologis anak.

Penguatan pola asuh tersebut diarahkan untuk mencegah berbagai persoalan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak di panti. Anak yang kehilangan figur orang tua dinilai memiliki kerentanan mengalami tekanan psikologis, stres, kecemasan, maupun kekerasan dari lingkungan sebaya sehingga membutuhkan dukungan emosional yang memadai.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AP2KB Kota Padang Ade Yonanda Irza mengatakan, pengurus panti memiliki peran penting dalam membantu anak mengelola emosi dan membentuk karakter. Pola asuh yang diterapkan serta lingkungan yang ramah anak menjadi bagian penting dalam memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak.

“Pengurus panti asuhan memegang peranan penting dalam mengatur regulasi emosi anak. Karakter pola asuh yang diberikan dan penciptaan lingkungan yang ramah anak menjadi indikator penting bagi pengurus panti untuk memberikan dampak yang positif terutama pembentukan karakter anak di panti asuhan,” ujarnya.

Menurut Ade, psikoedukasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan pengurus mengenai pola asuh positif yang tidak menggunakan kekerasan fisik maupun verbal. Selain itu, pengurus dibekali pemahaman untuk mengelola stres serta menciptakan lingkungan panti yang dapat mendukung pemulihan trauma anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....