Tenaga Kefarmasian Dituntut Adaptif Hadapi Tantangan Kesehatan Modern

  • 09 Sep 2026 13:39 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya tantangan pelayanan kesehatan menuntut tenaga kefarmasian memiliki kemampuan beradaptasi dan berinovasi. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) hingga maraknya peredaran obat herbal dan suplemen menjadi tantangan yang perlu dipahami generasi tenaga kefarmasian.

Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Feri Mulyani Hamid mengatakan, mahasiswa farmasi perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang terjadi di dunia kesehatan. Kemampuan akademik perlu diimbangi dengan pola pikir kritis, mandiri, inovatif, serta keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

"Mahasiswa harus mampu bertransformasi dari pola pikir siswa menjadi pembelajar yang mandiri, kritis, dan inovatif," ujarnya dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STIFARM Padang Tahun Akademik 2026/2027 di Aula Lantai 3 Gedung Apoteker Kampus STIFARM, Kurao Pagang, Rabu, 9 September 2026.

Menurut Feri, perkembangan teknologi kesehatan tidak hanya memberikan peluang, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi tenaga kefarmasian. Mahasiswa farmasi perlu memahami perkembangan teknologi sekaligus memiliki kemampuan untuk menyikapi berbagai informasi kesehatan secara tepat.

“Kami juga mendorong mahasiswa baru untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik selama menjalani pendidikan tinggi. Keaktifan dalam organisasi, kemampuan berkomunikasi, serta penguatan soft skill dinilai menjadi bekal penting untuk menghadapi dunia kerja dan berkontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Feri juga mendorong Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM) Padang memperluas kerja sama dengan Pemerintah Kota Padang, termasuk dalam penyediaan beasiswa luar negeri. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung Program Padang Juara dan membuka peluang pengembangan kapasitas mahasiswa.

Sebanyak 225 mahasiswa baru mengikuti rangkaian PKKMB tersebut sebagai bagian dari proses awal memasuki kehidupan perguruan tinggi. Kegiatan turut dihadiri perwakilan LLDIKTI Wilayah X Wilda Nurhadiati serta jajaran civitas akademika STIFARM Padang.

Pemko Padang menyambut baik kontribusi STIFARM dalam mendukung visi Kota Padang sebagai kota pintar dan kota sehat. Pemerintah daerah berharap lulusan STIFARM nantinya mampu menjadi Sarjana Farmasi dan Apoteker yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berkontribusi dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Feri berharap proses pendidikan di STIFARM tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik yang kuat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan kesehatan di Kota Padang maupun di tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....