Kebun Pangan Perempuan Disiapkan untuk Pulihkan Ekonomi Korban Bencana

  • 11 Sep 2026 16:55 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyiapkan Program Kebun Pangan Perempuan bagi perempuan terdampak bencana di Padang Panjang. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi sekaligus memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Persiapan program dilakukan melalui peninjauan hunian sementara dan hunian tetap di Padang Panjang, Jumat 11 September 2026. Kementerian PPPA melihat potensi lahan serta jenis pangan yang dapat dikembangkan di kawasan tersebut.

Asisten Deputi Kementerian PPPA, Iip Ilham Firman, mengatakan program dilaksanakan di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Program tersebut menyasar wilayah yang terdampak bencana.

“Pemerintah Pusat memiliki program dalam pemulihan pascabencana. Kami turut menjadi salah satu satuan tugas dalam pemulihan bencana ini,” ujarnya.

Iip menjelaskan, pemanfaatan lahan ditujukan untuk membantu perempuan terdampak bencana kembali melakukan kegiatan produktif. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu membangkitkan perekonomian keluarga.

“Hari ini kami datang untuk melihat lokasi dan lahan yang bisa digunakan oleh para perempuan terdampak bencana di Padang Panjang. Dalam upaya membangkitkan perekonomian mereka,” ujarnya.

Program Kebun Pangan Perempuan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan bahan pangan. Kegiatan tersebut juga membuka peluang pengembangan usaha berdasarkan potensi yang tersedia di kawasan huntara dan huntap.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Padang Panjang, Faizah, menyambut baik program tersebut. Pemerintah daerah akan mengoordinasikan ketersediaan lahan yang dapat dimanfaatkan.

“Kami menyambut baik kunjungan dari Kementerian PPPA ini. Saat ini beberapa huntap masih dalam tahap pengerjaan, namun lokasi huntara berdekatan dengan huntap tersebut,” katanya.

Faizah mengatakan pemerintah daerah akan berkoordinasi terkait lahan yang berpotensi digunakan dalam program tersebut. Ia berharap program dapat memberikan manfaat langsung bagi perempuan terdampak bencana.

Potensi kegiatan yang dikembangkan mencakup pertanian, peternakan, dan pengolahan pangan lainnya. Pengembangan tersebut akan disesuaikan dengan potensi lahan dan kebutuhan masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana dengan melibatkan perempuan sebagai penggerak kegiatan ekonomi keluarga. Pelaksanaannya masih membutuhkan koordinasi terkait lokasi dan kesiapan lahan di kawasan huntara serta huntap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....