BMKG Waspadai Peningkatan Intensitas Hujan di Sumbar

  • 11 Sep 2026 16:12 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - BMKG Stasiun Meteorologi Minangkabau mengingatkan masyarakat terhadap potensi peningkatan intensitas hujan di sejumlah wilayah Sumatera Barat yang berlaku hingga 13 September mendatang. Peringatan ini dikeluarkan setelah hasil analisis BMKG menunjukkan adanya sejumlah dinamika atmosfer yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara intensif.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Decky Irmawan mengatakan, tim analis BMKG mendeteksi adanya gelombang Rossby dan ekuatorial, pertemuan atau konvergensi arus angin, serta belokan angin (shearline) yang aktif di wilayah Sumatera Barat. “Kondisi ini diperkuat dengan peningkatan suhu muka laut dalam beberapa hari terakhir,” ujarnya, Jumat, 11 September 2026.

Decky menjelaskan, berdasarkan analisis tersebut, sejumlah wilayah yang perlu mewaspadai kondisi cuaca tersebut antara lain Kota Padang, Padang Pariaman, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Pesisir Selatan, dan Solok. Sementara itu, status waspada juga diberikan untuk wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, Tanah Datar, Sijunjung, serta Solok Selatan.

“Beberapa waktu lalu, jadi mulai kemarin, teman-teman tim kami di Analisa Dampak Rawan itu mendeteksi beberapa kondisi. Jadi misalkan adanya gelombang Rossby, ekuatorial, kemudian adanya daerah pertemuan arus angin atau konvergensi, kemudian adanya belokan angin yang aktif di wilayah Sumatera Barat. Kemudian kebetulan juga suhu air lautnya juga ada peningkatan. Jadi faktor-faktor tersebut menimbulkan potensi pertemuan awan hujan yang bersifat intensif atau makin menguat di beberapa wilayah.” katanya.

Decky menambahkan, kondisi atmosfer dimaksud bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. “Dinamika atmosfer itu kan selalu aktif, selalu berubah. Karena itu BMKG selalu melakukan pemantauan. Setengah jam, satu jam, kemudian tiga jam, enam jam, dua puluh empat jam, kami selalu melakukan pemantauan yang terus-menerus.” ujarnya.

Karena itu, menurutnya, BMKG melakukan pemantauan secara berkala untuk memperbarui informasi dan peringatan cuaca. Ia juga berharap, informasi peringatan dini tersebut dapat segera direspons oleh pemerintah daerah terutama bagi pihak yang menangani kesiapsiagaan dan kebencanaan.

“Dengan adanya peringatan dini ini, kami di sektor penyediaan informasi, kemudian nanti di sektor kesiapsiagaan dan penanganan itu saling bersinergi untuk memberikan hal yang terbaik. Yang kami harapkan mudah-mudahan dengan adanya sinergi ini dapat meminimalisasi korban atau kerugian.” Ujar Decky.

Masyarakat diminta tidak mengabaikan informasi peringatan dini, terutama ketika akan melakukan perjalanan, aktivitas luar ruangan. “Maupun kegiatan di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan dampak ikutannya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....