Gelombang Tinggi, Nelayan Padang Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

  • 21 Agt 2026 19:25 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Potensi gelombang laut hingga 2,5 meter masih mengancam perairan Padang dan sejumlah wilayah pesisir Sumatera Barat dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut juga disertai potensi hujan deras, angin kencang, serta curah hujan tinggi yang dapat meningkatkan risiko banjir, longsor, dan pohon tumbang di Kota Padang.

Imbauan kewaspadaan tersebut disampaikan BPBD Kota Padang pada Jumat, 21 Agustus 2026 menyusul informasi dari BMKG Maritim Teluk Bayur dan Stasiun Klimatologi Sumatera Barat. Masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung dalam tiga hingga empat hari ke depan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, secara khusus meminta nelayan mempertimbangkan kembali aktivitas melaut selama kondisi cuaca belum memungkinkan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko keselamatan akibat gelombang tinggi dan angin kencang.

“Kami mengimbau kepada warga Kota Padang, khususnya bagi nelayan agar tetap berhati-hati untuk melaksanakan pencarian ikan di pantai Kota Padang. Namun, kami sarankan agar untuk tiga hari ke depan ini ditunda dulu untuk melaut mencari ikan,” ujar Hendri.

Berdasarkan data BMKG, tinggi gelombang di Perairan Padang, Padang Pariaman, hingga Siberut dan Pesisir Selatan berpotensi mencapai 2,5 meter. Kecepatan angin diperkirakan berada pada kisaran 4–16 knots dari arah Tenggara hingga Timur.

Selain kondisi gelombang, pasang air laut diprediksi berlangsung pada pukul 21.00–03.00 WIB, sedangkan fase surut diperkirakan terjadi pada pukul 15.00–18.00 WIB. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas maupun bermukim di kawasan pesisir.

Di daratan, Kota Padang saat ini juga berada dalam kategori curah hujan tinggi, yakni lebih dari 150 milimeter per dasarian. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kerawanan bencana susulan, terutama banjir di kawasan bantaran sungai, tanah longsor, serta pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang.

Hendri mengingatkan masyarakat yang tinggal di pinggir pantai, bantaran sungai, maupun kawasan rawan longsor agar lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Kewaspadaan diperlukan karena perubahan cuaca dapat terjadi dalam waktu relatif cepat.

“Kepada warga Kota Padang yang berada di pinggir pantai, di pinggir sungai, agar tetap siaga dan waspada dengan cuaca ekstrem yang terjadi saat sekarang ini. Karena disertai angin kencang, agar berhati-hati juga terhadap potensi bahaya seperti tanah longsor dan pohon tumbang,” ujarnya.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya terkait kondisi cuaca maupun potensi bencana. Warga disarankan mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG dan BPBD Kota Padang agar langkah antisipasi dapat dilakukan berdasarkan informasi yang akurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....