Perempuan Sumatera Mampu, Dorong Layanan Kesehatan Seksual Ramah Lansia
- 08 Sep 2026 06:35 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Konsorsium Perempuan Sumatera Mampu (PERMAMPU) menyoroti stigma yang menghambat pemenuhan hak kesehatan seksual perempuan lansia. PERMAMPU mendorong layanan kesehatan seksual yang lebih terbuka, ramah, dan bebas penghakiman.
Sorotan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Kesehatan Seksual Internasional 2026. Kegiatan digelar secara hybrid melalui sekitar 25 titik di sepuluh provinsi di Sumatera pada Jumat, 4 September 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 262 peserta, terdiri dari 258 perempuan dan empat laki-laki. Peserta mencakup perempuan lansia, pra lansia, tenaga kesehatan, kader, serta organisasi perempuan.
Koordinator Konsorsium PERMAMPU, Dina Lumbantobing mengatakan kesehatan seksual merupakan bagian dari hak asasi manusia. Menurutnya, kebutuhan kesehatan seksual perempuan tetap ada sepanjang siklus kehidupan.
“Perempuan lansia menghadapi dinamika kesehatan seksual yang kompleks. Tetapi terkendala oleh minimnya ruang aman untuk mendiskusikannya secara kritis serta tingginya stigma masyarakat,” ujar Dina pada Senin, 7 September 2026.
Ia mengatakan stigma membuat perempuan lansia enggan membicarakan persoalan kesehatan seksual. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan mereka berisiko tidak terdata dan tidak mendapatkan layanan memadai.
Sementara itu, Dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri, dr. Nur Riviati mengatakan seksualitas lansia tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik. Menurutnya, aspek keintiman, kasih sayang, sentuhan, dan kelembutan juga penting.
“Seksualitas merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Jika aspek seksualitas tidak diperhatikan, dapat memengaruhi kualitas hidup dan kesehatan psikologis lansia, bahkan berkontribusi memunculkan depresi” ujarnya.
PERMAMPU juga menemukan layanan dan informasi kesehatan seksual masih berorientasi pada kelompok usia produktif. Kondisi itu dinilai membuat kebutuhan perempuan pada masa perimenopause dan pascamenopause kurang terlayani.
Selain stigma, keterbatasan tenaga ahli juga menjadi tantangan dalam pemenuhan layanan kesehatan seksual lansia. Layanan geriatri dan kesehatan seksual dinilai belum merata hingga tingkat puskesmas.
PERMAMPU mendorong puskesmas dan posyandu lansia menyediakan informasi serta pemeriksaan yang ramah. Layanan tersebut juga harus menjamin kerahasiaan dan tidak memberikan stigma kepada pasien.
Organisasi tersebut juga mendorong pendidikan kesehatan seksual berbasis keluarga dan komunitas. Pendidikan diharapkan mencakup anak, remaja, dewasa, pra lansia, hingga lansia.
PERMAMPU selanjutnya akan memetakan isu kesehatan seksual perempuan lansia di wilayah dampingan. Hasil pemetaan akan digunakan untuk mendorong kebijakan publik dan integrasi layanan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....