Bupati Agam Tinjau Infrastruktur, Tekankan Pentingnya Drainase Jalan

  • 06 Sep 2026 07:22 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Bupati Agam Benni Warlis meninjau sejumlah pekerjaan infrastruktur di wilayah Agam bagian Barat untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana. Peninjauan mencakup pekerjaan jalan, jembatan, drainase, hingga penanganan infrastruktur terdampak bencana.

Bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Agam, Bupati menyisir sejumlah lokasi di Kecamatan Matur, Palembayan, Ampek Nagari, Lubuk Basung dan Tanjung Raya. Selain melihat progres pekerjaan, peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan fisik memberikan manfaat dan mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.

Salah satu lokasi yang ditinjau yakni jalan terban di Nagari Sitingkai, Kecamatan Matur, sebelum dilanjutkan ke ruas jalan Matur-Palembayan. Pada ruas tersebut terdapat pekerjaan rehabilitasi jalan provinsi dengan anggaran lebih dari Rp4,7 miliar.

Bupati kemudian meninjau pekerjaan pelebaran dan pengalihan trase pada ruas Jalan Ladang Makmur-Tulang Gajah, yang memiliki panjang penanganan sekitar 1.215 meter dengan pagu anggaran Rp3 miliar. Pengalihan trase dilakukan di sejumlah titik, termasuk Jorong Lambeh, Tulang Gajah, untuk meningkatkan kondisi dan keamanan ruas jalan.

Benni Warlis mengatakan sejumlah pekerjaan yang ditinjau menunjukkan progres yang baik, termasuk penanganan jalan provinsi di wilayah IV Koto Palembayan. “Ada beberapa kegiatan yang kita tinjau, di antaranya jalan provinsi yang sudah diperbaiki, termasuk jalan IV Koto Palembayan. Begitu juga di Tulang Gajah, Jorong Lambeh, dilakukan pemindahan trase jalan ke bagian tebing,” ujarnya di Agam, Sabtu, 5 September 2026.

Menurutnya, penanganan jalan dilakukan secara bertahap mulai dari pelebaran badan jalan, penataan bekas longsoran, pembangunan drainase hingga pengaspalan dan pengerasan. Ia menyebut dukungan masyarakat terhadap pelebaran jalan menjadi salah satu faktor penting agar penanganan infrastruktur dapat dilakukan secara optimal.

“Ini yang kita harapkan nanti secara bertahap kita perlebar dulu. Alhamdulillah masyarakat juga setuju. Dengan begitu, jalan akan semakin lebar dan terhindar dari longsor karena bekas-bekas longsoran kita rapikan,” katanya.

Benni menekankan pembangunan drainase tidak boleh diabaikan dalam pekerjaan jalan karena air menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan badan jalan.

Ia mengapresiasi pembangunan drainase dan pengaman di sisi jalan yang dinilai mampu mengarahkan aliran air agar tidak langsung menggenangi badan jalan. Benni juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Pusat atas dukungan anggaran untuk penanganan jalan tersebut.

“Alhamdulillah, ini sudah dibuatkan drainasenya dan kondisinya bagus. Ada penghambat di dekat sisinya supaya air tidak langsung mengalir ke jalan,” katanya.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke ruas Jalan Pasar Batu Kambiang–Simpang Pudung, Kecamatan Ampek Nagari, dengan panjang penanganan sekitar 700 meter dan anggaran lebih dari Rp1,1 miliar. Di Kecamatan Tanjung Raya, Bupati meninjau penanganan ruas Jalan Pasar Bayua–Jalan Batuang, termasuk pengedaman Jembatan Panjang sepanjang 12 meter dan pengedaman serta pengecoran jalan menuju Pabatungan sepanjang 69 meter dengan nilai kontrak sekitar Rp573,9 juta.

Bupati juga meninjau lokasi bendung di Limau Hantu yang sebelumnya terdampak banjir. Di lokasi tersebut dilakukan pembersihan material bekas banjir serta pekerjaan galian dengan pagu anggaran sekitar Rp1 miliar.

Rangkaian peninjauan berlanjut ke pembangunan Jembatan Tumayo dan Jembatan Balok dengan anggaran lebih dari Rp4,6 miliar. Kegiatan ditutup dengan peninjauan normalisasi alur dan pemasangan bronjong di Sungai Batang Tumayo, Nagari Sungai Batang, yang saat ini ditangani Kementerian Pekerjaan Umum melalui pemerintah pusat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....