Padang Rancak Award 2026 Fokus Dorong Warga Pilah Sampah Organik
- 06 Sep 2026 02:40 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Padang mendorong masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi fokus pelaksanaan Padang Rancak Award (PRA) Sesi 2 Tahun 2026, khususnya dalam pemilahan sampah sisa makanan atau organik.
Kabid Program Pengembangan Komunikasi dan Kemitraan Lingkungan DLH, Fuad Syukri, mengatakan pemilahan sampah menjadi salah satu perhatian utama dalam PRA Sesi 2. Menurutnya, pengelolaan sampah organik yang baik dapat membantu mengurangi timbulan sampah dan emisi gas metan dari sampah yang membusuk.
“Khusus sesi ini memang dialokasikan waktu lebih panjang agar setiap RT dan Bank Sampah dapat fokus memastikan lokasinya bersih secara konsisten,” ujar Fuad dalam kegiatan Coaching Verifikasi Lapangan PRA Sesi 2 di Universitas Eka Sakti, Sabtu, 5 September 2026.
Fuad menjelaskan, pelaksanaan PRA Sesi 2 berlangsung lebih panjang, yakni sejak 12 Juli hingga 1 Oktober 2026. Periode tersebut sekaligus bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kota Padang ke-357 dan menjadi bagian dari persiapan menghadapi penilaian Adipura.
Menurut Fuad, waktu pelaksanaan yang lebih panjang diberikan agar pengurus RT dan Bank Sampah memiliki kesempatan untuk menjaga kebersihan lingkungannya secara konsisten. “Memilah sampah bertujuan agar pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan baik dan benar, dan diharapkan budaya bersih ini terus melekat, tidak hanya saat perlombaan berlangsung,” katanya.
Untuk melakukan verifikasi terhadap 3.456 RT di Kota Padang, sebanyak 312 mahasiswa Universitas Eka Sakti atau UNES dilibatkan sebagai penilai lapangan. Fuad meminta para mahasiswa mengedepankan etika, menjaga integritas, serta bersikap santun ketika berinteraksi dengan masyarakat selama proses verifikasi.
Dukungan terhadap pelaksanaan PRA juga disampaikan Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Padang, Prof. Dr. Andi Suryaman Mustari Pide. Ia menilai kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya peduli lingkungan di tengah masyarakat.
“Kegiatan PRA ini sangat vital dalam mengubah perilaku publik. Yang sedang kita bangun saat ini bukan semata-mata mengejar prestasi, melainkan membangun budaya dan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Rektor UNES Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd., mengapresiasi kepercayaan Pemko Padang kepada UNES dalam pelaksanaan verifikasi lapangan PRA. Ia berharap keterlibatan mahasiswa sekaligus dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah secara mandiri.
Ketua LPPM UNES Prof. Dr. Ir. I Ketut Budaraga, M.Si., mengatakan 312 mahasiswa yang dilibatkan berasal dari delapan fakultas. Mahasiswa tersebut mengikuti pembekalan intensif selama dua hari, 5–6 September 2026, yang diberikan oleh tim teknis DLH dan Tim Juri PRA.
“Kepercayaan dari Wali Kota Padang ini harus dijawab secara profesional. Saya minta seluruh mahasiswa yang bertugas di lapangan dapat melaporkan hasil verifikasi secara jujur dan objektif kepada tim juri,” ujarnya.
Melalui PRA Sesi 2, Pemko Padang berharap kebersihan lingkungan tidak hanya terjaga selama masa penilaian, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga, RT, hingga Bank Sampah diharapkan turut memperkuat pengelolaan sampah dan mengurangi beban pemerintah dalam penanganan sampah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....