Normalisasi Sungai Jadi Fokus Penanganan Banjir Padang
- 23 Agt 2026 14:57 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pembenahan sungai dari hulu hingga hilir menjadi salah satu langkah mendesak untuk meningkatkan ketahanan Kota Padang terhadap ancaman banjir. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V disebut tengah menyiapkan pekerjaan infrastruktur sungai dengan nilai lebih dari Rp1,1 triliun di Kota Padang.
Pembenahan tersebut mencakup sejumlah infrastruktur pengendali sungai, seperti sabodam, check dam, serta berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan aliran sungai. Langkah ini dinilai penting menyusul dampak banjir bandang yang terjadi pada akhir 2025 dan kembali terjadi pada 3 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan, sungai menjadi salah satu bagian yang paling terdampak sekaligus berperan besar dalam kejadian banjir di Kota Padang. Penanganannya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan operasional, tetapi membutuhkan normalisasi dan pembenahan secara permanen.
"Sungai kita itu memang harus dinormalisasi secara permanen. Perlu dari dari hulu ke hilir," ujarnya di Padang, Minggu 23 Agustus 2026.
Menurutnya, pembenahan juga perlu dilakukan terhadap sistem pendukung sungai, termasuk saluran drainase primer dan sekunder. Penanganan yang terintegrasi diperlukan agar aliran air dari kawasan hulu hingga hilir dapat berjalan lebih baik saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
"Informasinya sekarang BWS sedang melaksanakan tender, lebih dari Rp1,1 triliun. Mereka akan melaksanakan kegiatan-kegiatan di sungai yang ada di Kota Padang," katanya.
Selain penanganan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui BWS, Pemko Padang juga akan melakukan pembenahan sesuai kewenangan dan aset yang dimiliki. Upaya tersebut diarahkan agar penanganan sungai tidak berjalan parsial, melainkan dapat dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Pembenahan sungai juga direncanakan menjadi bagian dari program multi-years pada 2027 hingga 2028. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan sungai yang selama ini masih menjadi salah satu titik rawan dalam menghadapi banjir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....