Lebih Kurang 73 Persen Sampah Padang Masih Masuk TPA, DLH Dorong Pemilahan dari Ruma
- 21 Agt 2026 15:01 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mencatat sekitar 73 persen sampah yang dihasilkan masyarakat masih masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah pemerintah kota dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA.
Kepala Bidang Program, Pengembangan Komunikasi, dan Kemitraan Lingkungan DLH Kota Padang, Fuad Syukri, mengatakan, pengurangan sampah dari sumbernya menjadi salah satu fokus pemerintah. Salah satunya dengan mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah.
Fuad menjelaskan, Kota Padang saat ini telah mencapai 81 persen layanan pengumpulan sampah dari rumah atau sumber sampah. Namun, sampah yang berhasil diolah baru sekitar 26 persen.
“Karena memang sampah yang diolah itu harus ada pemilahan terlebih dahulu. Karena sampah itu tidak bisa diolah jika tidak terpilah,” ujar Fuad dalam dialog Padang Menyapa Pro 1 RRI Padang pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut Fuad, pemerintah menargetkan pemilahan dilakukan secara sederhana dengan memisahkan sampah sisa makanan dan sampah lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi sampah yang masuk ke TPA sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah yang masih dapat didaur ulang.
Ia mengatakan, Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) telah dibekali ember khusus untuk menampung sampah sisa makanan. Masyarakat dapat meletakkan sisa makanan di depan rumah untuk kemudian diambil oleh petugas LPS.
Fuad menambahkan, Kota Padang menghasilkan sekitar 669 ton sampah per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 152 ton atau 30 persen merupakan sampah sisa makanan yang menjadi salah satu sasaran pengurangan agar tidak seluruhnya masuk ke TPA.
Sementara itu, Direktur Bank Sampah Ampang Saiyo Mandiri, Nora Fitriawati, mengatakan perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci dalam keberhasilan pemilahan sampah. Menurutnya, edukasi perlu dilakukan secara langsung agar masyarakat memahami cara memilah dan manfaat pengolahan sampah.
Nora menilai masyarakat yang sudah memahami pemilahan sampah dapat mengolah sampah organik secara mandiri, seperti membuat kompos atau biopori. Langkah tersebut dapat mengurangi sampah yang harus diangkut dan berakhir di TPA.
“Setiap orang kita itu harus memilah dan sekarang sudah masuk pada tahap pemilahan organik. Selagi masih bisa itu dikelola sendiri di rumah, itu kelola sendiri karena nanti manfaatnya akan kembali pada keluarga,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....