Fauzi Bahar: Perlu Pembekalan Adat dan Penguatan Rumah Tangga ASN

  • 31 Agt 2026 21:53 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Perbuatan asusila yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapat perhatian serius Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat. Perlu pembekalan dan penguatan nilai-nilai adat dalam budaya kerja.

Pembekalan nilai – nilai adat bagi ASN tidak boleh berhenti sebagai pemenuhan kewajiban administratif semata. Ke depan, narasi pembinaan ASN perlu diarahkan pada komitmen moral yang berkelanjutan. Hal itu ditegaskan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Prof. Fauzi Bahar pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Menurutnya, benteng pertahanan utama seorang pegawai publik bermula dari rumah tangga. Pelanggaran etika dan moral seringkali berakar dari keretakan hubungan domestik yang tidak terselesaikan dengan baik. Untuk itu, perlu diterapkan prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) ke dalam budaya kerja harian ASN, bukan sekadar materi orientasi di awal karier.

Prof. Fauzi Bahar juga menyinggung pentingnya pengawasan komunal dengan menghidupkan kembali budaya ingat-mengingatkan di lingkungan kerja dan kemasyarakatan.

“Sikap peduli antar sesama pegawai dan anggota masyarakat dianggap sebagai benteng utama untuk mencegah potensi penyimpangan perilaku moral,” ungkapnya.

Ketua LKAAM Sumatera Barat, Prof. Fauzi Bahar menegaskan, pelanggaran asusila tidak hanya mencoreng nama pribadi, tetapi juga membawa beban moral bagi keluarga, instansi hingga martabat daerah. Melalui pendekatan edukatif yang memadukan sanksi tegas, pengawasan sosial serta penguatan benteng keluarga, LKAAM Sumbar berharap kasus asusila itu tidak terulang kembali demi menjaga kehormatan ASN dan marwah Ranah Minang itu sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....