Sebanyak 3,6 Ton Rendang Telah Dihimpun untuk Korban Gempa NTT
- 23 Agt 2026 00:27 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Sebanyak 3,6 ton rendang berhasil dihimpun masyarakat Sumatera Barat untuk membantu warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan makanan siap saji tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang masih berada di pengungsian setelah gempa pada 15 Agustus 2026.
Pengiriman bantuan rendang dilakukan secara bertahap sebagai bentuk kepedulian masyarakat Sumatera Barat terhadap korban bencana. Wali Kota Padang yang juga Ketua DPW Gebu Minang Sumatera Barat, Fadly Amran, mengatakan bantuan tersebut akan terus dikumpulkan hingga mencapai target yang telah ditetapkan.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada DPRD Kota Padang, Lanud Sutan Sjahrir, serta seluruh pihak yang telah ikut membantu. Kami mendapat informasi, setelah ini akan dikirim lagi sebanyak 500 Kg rendang,” ujar Fadly di Padang, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Menurutnya, pengiriman bantuan sebelumnya telah dilakukan pada 17 Agustus 2026 dan kembali dilanjutka. Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus bergerak sehingga semakin banyak bantuan yang dapat disalurkan kepada masyarakat NTT.
“Semoga dalam waktu dekat kita dapat mencapai target 5 ton sebagaimana yang telah ditetapkan. Kita terus upayakan,” katanya.
Fadly mengapresiasi Gebu Minang Sumatera Barat, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, serta Himpunan Pengusaha Rendang Minangkabau (Hipermi) yang turut menginisiasi pengumpulan bantuan. Menurutnya, kepedulian tersebut menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat Sumatera Barat ketika daerah lain sedang menghadapi musibah.
Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar mengatakan, hingga saat ini Gebu Minang bersama LKAAM Sumbar telah mengumpulkan sekitar 3,6 ton rendang. Bantuan tersebut selanjutnya dikirim secara bertahap menuju wilayah terdampak bencana.
“Kami dari Gebu Minang sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Padang yang begitu agresif menggerakkan masyarakat. Semoga bantuan ini dapat membantu ribuan masyarakat NTT yang terdampak gempa dan saat ini sedang mengungsi,” katanya.
Menurut Fauzi, rendang dipilih karena praktis, siap dikonsumsi, serta memiliki daya tahan yang relatif lama. Karakteristik tersebut membuat rendang dinilai sesuai untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di wilayah yang sedang menghadapi kondisi darurat.
Pelepasan bantuan berlangsung di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman. Bantuan rendang tersebut diangkut menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, sebelum diteruskan ke lokasi bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....