Dinas Kehutanan Sumbar Tingkatkan Kewaspadaan Kebakaran Hutan dan Lahan
- 31 Agt 2026 19:50 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengingatkan masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peringatan kondisi cuaca rawan karhutla ini diprediksi berlangsung sejak Juni hingga Oktober 2026.
Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Barat, Ferdinal Asmin kepada RRI Senin, 31 Agustus 2026 mengungkapkan, hingga bulan Agustus, hasil pemantauan menunjukkan adanya kenaikan jumlah titik panas (hotspot) pada sejumlah area rawan. Wilayah yang menjadi fokus kewaspadaan utama pengendalian karhutla antara lain Kabupaten Sijunjung, Pessel, Pasaman Barat dan Lima Puluh Kota.
Ferdinal menyebutkan, meski beberapa kejadian kebakaran yang terdeteksi hingga saat ini skalanya masih relatif kecil dan tidak meluas, fenomena tersebut harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Untuk meminimalkan risiko, pihak Dinas Kehutanan terus memantau pergerakan titik hotspot secara berkala.
“Berdasarkan analisis di lapangan, kenaikan titik hotspot kerap dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan pertanian warga seperti pada area kebun jagung serta peningkatan suhu panas di kawasan pabrik dan industry,” jelas Ferdinal.
Dari hasil konfirmasi dan pemetaan kejadian kebakaran di lapangan, wilayah Pesisir Selatan (Pessel) dan Pasaman Barat (Pasabar) menjadi daerah dengan catatan kejadian kebakaran terbanyak. Selain itu, potensi kejadian serupa juga terkonfirmasi di wilayah Kabupaten Dharmasraya.
Dinas Kehutanan Sumbar mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya para petani dan pelaku industri, untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar demi mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....