Kualitas Udara Memburuk, Pemprov Sumbar Perkuat Antisipasi

  • 08 Sep 2026 13:59 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) meminta pemerintah kabupaten dan kota memperkuat pemantauan kualitas udara serta mengambil langkah antisipatif untuk melindungi masyarakat. Imbauan tersebut menyusul penurunan kualitas udara secara fluktuatif di sejumlah wilayah hingga masuk kategori sangat tidak sehat dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Era Sukma mengatakan, Gubernur Sumbar Mahyeldi telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Antisipasi Dampak Penurunan Kualitas Udara. Pemerintah kabupaten dan kota diminta mengambil kebijakan cepat apabila terjadi penurunan kualitas udara di wilayah masing-masing.

Era Sukma juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama kelompok yang sensitif terhadap penurunan kualitas udara. “Jika melaksanakan aktivitas luar ruang kami rekomendasikan untuk memakai masker. Kelompok rentan harus mendapat perhatian lebih, seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki asma,” ujarnya, Selasa, 8 September 2026.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Kuartini Deti Putri menyebut penurunan kualitas udara merupakan imbas asap kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), sejumlah kabupaten dan kota di Sumbar mengalami peningkatan polutan hingga kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat sejak tiga hari terakhir.

Deti menjelaskan, peningkatan polutan cenderung terjadi pada malam hingga dini hari. “Pada malam hari cenderung merah atau sangat tidak sehat. Kemudian pagi hari kualitasnya sedikit turun atau kuning,” ujarnya.

Menurut Deti, kondisi tersebut dipengaruhi pergerakan arah angin yang membawa kabut asap dari provinsi tetangga ke Sumbar. Sementara itu, aktivitas kebakaran hutan dan lahan di Sumbar disebut tidak signifikan, dengan data Dinas Kehutanan mencatat 23 kejadian karhutla sejak Januari hingga September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....