Bank Sampah Ujung Tombak Pengurangan Sampah Padang
- 23 Agt 2026 14:17 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Sebanyak 134 bank sampah saat ini terdata di Kota Padang dan terus didorong menjadi ujung tombak pengurangan sampah dari sumbernya. Keberadaan bank sampah dinilai penting untuk mengedukasi masyarakat memilah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah yang masih dapat didaur ulang.
Kepala Bidang Program, Pengembangan Komunikasi dan Kemitraan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fuad Syukri, mengatakan, bank sampah memiliki peran strategis dalam pengelolaan sampah, khususnya pada aspek pengurangan. Masyarakat didorong tidak hanya membuang sampah, tetapi mulai mengurangi dan memilah sampah sejak dari rumah.
“Pengelolaan sampah pada dasarnya mencakup dua aspek, yakni pengurangan dan penanganan sampah. Dalam konteks pengurangan, bank sampah memiliki peran untuk mengajak masyarakat mengurangi timbulan sampah dan memanfaatkan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomi,” katanya di Padang, Minggu 23 Agustus 2026.
Menurutnya, peran tersebut semakin penting karena salah satu target utama pengelolaan sampah di Kota Padang adalah mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir. Upaya itu tidak bisa hanya mengandalkan pengangkutan, tetapi harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat.
"Untuk ke depan hal yang paling utama itu adalah bagaimana mengurangi sampah masuk ke TPA. Ini sangat penting," ujarnya.
Di sisi lain, bank sampah masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah organik, terutama sisa makanan. Sebagian besar bank sampah belum dapat menampung sampah sisa makanan karena nilai ekonominya relatif rendah dan belum memiliki pasar yang baik.
“Karena itu, penguatan bank sampah ke depan tidak hanya diarahkan pada sampah yang memiliki nilai jual. Pengelolaan sampah sisa makanan juga menjadi bagian penting untuk mengurangi sampah yang berakhir di TPA,” katanya.
Ia mengatakan, Kota Padang akan mendorong pola pemilahan yang lebih sederhana agar masyarakat lebih mudah menerapkannya. Pemilahan diarahkan cukup menjadi dua kelompok, yakni sampah sisa makanan dan sampah non-sisa makanan.
Menurutnya, pemilahan tersebut akan membantu menjaga kualitas sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Sampah seperti kertas, misalnya, akan mengalami penurunan nilai apabila sudah tercampur dengan sisa makanan atau bahan-bahan basah.
Sementara sampah sisa makanan nantinya dapat diarahkan untuk pengolahan melalui pengomposan maupun budidaya maggot. Dengan begitu, bank sampah dapat lebih fokus mengelola sampah non-sisa makanan yang masih memiliki potensi ekonomi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....