Kelurahan Tanah Pak Lambik Siapkan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

  • 11 Sep 2026 14:54 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kelurahan Tanah Pak Lambik (TPL), Kecamatan Padang Panjang Timur mulai menyiapkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Bersama Universitas Negeri Padang (UNP), sejumlah program dipetakan, meliputi pengolahan kompos, pembuatan biopori, gotong royong, hingga rencana pengembangan bank sampah dan pengadaan mesin pres.

Lurah TPL Romi Saputra mengatakan, kegiatan bersama UNP memberikan gambaran mengenai berbagai program yang dapat diterapkan sesuai kondisi lingkungan dan kemampuan masyarakat.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya melihat sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga melihat bahwa ada sampah yang dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Romi, Kamis 10 September 2026.

Menurutnya, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dari sumbernya. Karena itu, Kelompok Sadar Lingkungan (Pokdarling) diharapkan menjadi wadah yang mampu menggerakkan warga dalam menjaga dan mengelola lingkungan.

Berdasarkan hasil pemetaan aspirasi masyarakat, pengolahan kompos, pembuatan biopori, lomba kebersihan lingkungan, dan gotong royong dinilai sebagai program yang relatif mudah dilaksanakan dalam jangka pendek. Sementara pengembangan bank sampah dan pengadaan mesin pres menjadi agenda jangka panjang.

Dalam pemetaan tersebut, program bank sampah mendapat 11 aspirasi, pengadaan mesin pres enam aspirasi, dan pengolahan kompos lima aspirasi.

“Yang penting kita mulai dari sesuatu yang bisa dilakukan. Kalau sudah berjalan dan masyarakat melihat manfaatnya, tentu akan lebih mudah untuk mengembangkan program berikutnya,” kata Romi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat UNP melalui Program Integrasi Program Studi dan Nagari (PIPN) yang berlangsung di aula Kantor Lurah TPL beberapa waktu lalu.

Ketua Tim Pengabdi UNP Adil Mubarak menyampaikan, kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan penyuluhan, tetapi juga membangun proses belajar bersama agar terbentuk sistem pengelolaan sampah yang dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

“Pembentukan Pokdarling merupakan titik awal dari sebuah gerakan masyarakat, bukan akhir dari kegiatan pengabdian,” ujar Adil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....