Keterampilan Membatik Didorong Jadi Sumber Penghasilan

  • 21 Agt 2026 00:37 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Keterampilan membatik yang diperoleh peserta Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tahun 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kemampuan baru, tetapi dapat berkembang menjadi sumber penghasilan dan membuka peluang kerja. Peserta juga didorong terus berinovasi serta memanfaatkan keterampilan tersebut untuk membangun usaha secara mandiri.

Ketua Dekranasda Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, mengatakan pelatihan membatik telah memberikan peserta pengalaman mulai dari mengenal bahan dan peralatan, membuat pola, mencanting hingga proses pewarnaan. Menurutnya, rangkaian keterampilan tersebut dapat menjadi modal awal untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi.

“Jangan berhenti hanya sampai mendapatkan sertifikat atau menghasilkan produk selama pelatihan. Kalian dikatakan berhasil apabila keterampilan yang diperoleh ini dapat menghasilkan sumber penghasilan dan bahkan membuka lapangan kerja,” ujarnya saat penutupan Pelatihan Membatik Program PKW Tahun 2026 di Sekretariat Dekranasda Kota Padang, Kamis, 20 Agustus 2026.

Dian mendorong peserta terus mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh selama pelatihan. Pemanfaatan media sosial untuk promosi, peningkatan kualitas produk, serta kerja sama antarpeserta dan berbagai pihak dinilai dapat membantu memperluas peluang usaha.

Ia juga mengingatkan agar pengembangan batik tetap mempertahankan kekayaan budaya dan identitas Minangkabau. Menurutnya, membatik tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga ketelitian, ketekunan dan kreativitas yang dapat menjadi nilai tambah sebuah produk.

“Jangan merasa kecil karena baru memulai usaha. Setiap usaha besar selalu dimulai dari langkah pertama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disnakerin Kota Padang sekaligus Ketua Harian Dekranasda Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy, mengatakan pelatihan tersebut telah berlangsung dalam 31 kali pertemuan, dengan durasi delapan jam pada setiap pertemuan. Penutupan ditandai dengan melihat hasil karya yang dihasilkan peserta selama mengikuti proses pelatihan.

Ferri berharap peserta dapat mengembangkan model dan produk yang telah dipelajari setelah pelatihan berakhir. Menurutnya, lulusan PKW memiliki pilihan untuk mengembangkan usaha sendiri maupun bekerja pada pelaku usaha batik yang sudah ada.

“Dengan pelatihan ini, kita tentu berharap tidak berhenti di sini saja. Kami berharap mereka dapat mandiri, baik dengan berwirausaha maupun bekerja di tempat usaha membatik,” jelas Ferri.

Dari sisi dukungan, peserta PKW Tahun 2026 juga memperoleh bantuan biaya transportasi sebesar Rp2.635.000 per peserta yang bersumber dari APBD Kota Padang Tahun 2026. Bantuan tersebut diberikan agar peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan tanpa terbebani biaya perjalanan.

Ferri menyebut dampak pelatihan mulai terlihat dengan adanya permintaan dari sejumlah unit usaha batik lokal terhadap peserta yang telah menyelesaikan pelatihan. Kondisi tersebut menunjukkan keterampilan yang diberikan mulai memiliki peluang untuk diserap dunia usaha.

“Alhamdulillah, ada beberapa tempat usaha batik yang sudah meminta para peserta pelatihan kita. Jadi, pelatihan ini tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga mulai menghasilkan wirausaha-wirausaha baru,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....