Mahasiswa Farmasi STIFARM Padang Didorong Adaptif Hadapi Perkembangan AI
- 10 Sep 2026 05:18 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Sebanyak 225 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFARM) Padang didorong mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan dunia kesehatan yang semakin kompleks. Selain menguasai ilmu farmasi, mahasiswa dituntut adaptif terhadap pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Kemasyarakatan dan SDM Feri Mulyani Hamid, Rabu 9 September 2026, mengatakan perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia kesehatan. Kondisi tersebut turut meningkatkan tuntutan terhadap kompetensi tenaga kefarmasian.
“Mahasiswa perlu bertransformasi dari pola pikir siswa menjadi pembelajar yang mandiri, kritis, dan inovatif,” ujar Feri saat menghadiri Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) STIFARM Padang Tahun Akademik 2026/2027 di Kurao Pagang.
Menurut Feri, mahasiswa farmasi perlu memahami perkembangan AI sekaligus berbagai perubahan kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan. Salah satunya meningkatnya penggunaan obat herbal dan suplemen yang membutuhkan pemahaman serta kompetensi yang memadai.
Ia menilai kemampuan akademik saja belum cukup untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja dan pelayanan kesehatan yang terus berkembang. Karena itu, mahasiswa didorong aktif berorganisasi, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mengembangkan soft skill selama menjalani pendidikan.
Pemko Padang juga membuka peluang kolaborasi dengan STIFARM dalam pengembangan pendidikan mahasiswa melalui program beasiswa luar negeri. Feri mendorong STIFARM menjalin kerja sama dengan Pemko Padang untuk mendukung Program Padang Juara.
Menurutnya, kerja sama tersebut dapat memperluas kesempatan mahasiswa Padang memperoleh pengalaman dan pendidikan di luar negeri. Program serupa sebelumnya telah dilakukan Pemko Padang melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Feri mengatakan kolaborasi pendidikan penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Kota Padang, termasuk di bidang kesehatan dan kefarmasian. STIFARM juga dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung visi Padang sebagai kota pintar dan kota sehat.
Melalui PKKMB, 225 mahasiswa baru STIFARM diharapkan tidak hanya mampu beradaptasi dengan kehidupan kampus, tetapi juga mulai membangun kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman. Mereka diproyeksikan menjadi sarjana farmasi dan apoteker yang memiliki kompetensi akademik, kemampuan teknologi, komunikasi, serta karakter adaptif untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....