Kogami Dorong Penguatan Sekolah Aman Bencana di Kota Padang

  • 18 Agt 2026 09:31 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang- Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) Kota Padang terus mendorong penguatan konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Salah satunya memberikan perhatian terhadap sekolah luar biasa (SLB) yang dinilai membutuhkan penanganan khusus dalam menghadapi potensi bencana.

Direktur Kogami Kota Padang, Patra Rina Dewi, mengatakan keterbatasan sumber daya tidak menjadi alasan bagi Kogami untuk berhenti bergerak dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan satuan pendidikan. Kogami memilih memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Kogami dengan segala keterbatasan yang kita miliki, kita tetap bergerak. Karena kita tidak punya kemampuan sumber daya yang bisa melakukan segala sesuatu. Tentu kita bermitra, dan bermitranya itu kita utamakan dengan OPD atau pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten kota,” ujar Patra Rina Dewi, Selasa 18 Agustus 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab sekaligus sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan pendidikan. Karena itu, sinergi antara Kogami dan pemerintah dinilai penting agar program kesiapsiagaan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Patra menjelaskan, sepanjang tahun lalu Kogami memberikan perhatian lebih kepada SLB di Kota Padang. Sekolah-sekolah tersebut dinilai kerap luput dari perhatian dalam program kebencanaan, padahal peserta didiknya memiliki beragam hambatan yang membutuhkan pola evakuasi dan penanganan berbeda.

“Kita tahun kemarin itu fokus di SLB-SLB, karena SLB ini kadang-kadang luput dari perhatian. Hampir seluruh SLB yang ada di Kota Padang sudah pernah kita kunjungi, karena SLB juga membutuhkan perhatian khusus,” katanya.

Patra Rina Dewi menambahkan, Kogami juga terlibat dalam penyusunan modul bagi guru dan tenaga kependidikan terkait kesiapsiagaan bencana, layanan dukungan sosial, serta penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana. Pada 13-14 Agustus 2026, kegiatan tersebut telah memasuki tahap 1 yang dilaksanakan di wilayah Bukittinggi, Agam dan Padang Panjang. Upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat kapasitas sekolah dalam menghadapi risiko bencana sekaligus memastikan seluruh peserta didik, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan perlindungan yang sesuai kebutuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....