PJJ Jadi Tantangan bagi Orang Tua, Disdikbud Padang Harap PTM Segera Kembali
- 19 Sep 2026 09:50 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Penerapan pembelajaran jarak jauh atau PJJ akibat kondisi kualitas udara di Kota Padang tidak hanya menjadi tantangan bagi guru dan siswa, tetapi juga orang tua. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang mengakui mendapat sejumlah masukan dari orang tua yang berharap pembelajaran tatap muka segera kembali dilaksanakan.
Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova mengatakan, selama PJJ orang tua turut berperan mendampingi anak mengikuti pembelajaran dari rumah. Kondisi tersebut membuat orang tua ikut merasakan beban pendampingan belajar yang selama ini lebih banyak dilakukan guru di sekolah.
“Memang kita memindahkan sekolah itu ke rumah. Itu juga dibantu oleh orang tua,” ujarnya saat menjadi narasumber dialog di RRI Padang, Sabtu, 19 September 2026.
Menurutnya, setelah beberapa hari mendampingi anak belajar di rumah, sejumlah orang tua bahkan mulai menyampaikan pertanyaan kapan sekolah kembali dibuka. Hal itu menunjukkan bahwa proses pembelajaran dari rumah membutuhkan keterlibatan dan kesiapan orang tua.
Yopi menjelaskan, pelaksanaan PJJ sendiri disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah dan sarana pembelajaran yang tersedia. Guru dapat memberikan tugas secara langsung maupun menggunakan berbagai platform pembelajaran digital.
Beberapa sekolah memanfaatkan platform daring seperti Google Classroom maupun media digital lainnya untuk menyampaikan materi dan tugas kepada siswa. Sementara bagi siswa yang memiliki keterbatasan dalam mengakses pembelajaran digital, guru dapat memberikan tugas dengan cara yang disesuaikan dengan kondisi mereka.
“Di sisi lain, Disdikbud Kota Padang tetap menempatkan faktor kesehatan siswa sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran. Perubahan dari pembelajaran tatap muka ke PJJ dilakukan dengan memantau perkembangan kualitas udara dan informasi dari sejumlah pihak terkait,” katanya.
Yopi mengatakan, apabila kualitas udara menunjukkan kondisi sangat berbahaya, pembelajaran tatap muka tidak dapat dipaksakan. Namun ketika kualitas udara mulai membaik, sekolah dapat kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan tetap memperhatikan kondisi siswa yang rentan.
“Untuk menentukan pembelajaran pada awal pekan depan, kami masih memantau kondisi udara hingga Minggu. Jika kondisi memungkinkan, proses belajar mengajar secara tatap muka diharapkan dapat kembali berlangsung,” katanya.
Yopi berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga siswa dan guru dapat kembali beraktivitas di sekolah. Menurutnya, interaksi langsung tetap dibutuhkan karena siswa memerlukan bimbingan, penguatan, dan pendampingan dari guru selama proses pembelajaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....