Maigus Nasir: Ketua OSIS dan MPK Harus Belajar Memimpin dengan Kolaborasi
- 16 Agt 2026 04:56 WIB
- Padang
RRI.CO.ID,Padang - Menjadi Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) atau Majelis Perwakilan Kelas (MPK) bukan sekadar memegang jabatan, tetapi menjadi ruang awal bagi siswa untuk belajar memimpin, mendengar aspirasi, dan menggerakkan orang lain. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir saat menjadi pemateri latihan kepemimpinan bagi 100 Ketua OSIS dan MPK dari 21 provinsi di Indonesia.
Kegiatan tersebut berlangsung di Studio Hasnawi Karim, Asrama Haji Embarkasi Padang, Kamis 13 Agustus 2026. Kegiatan yang digelar Yayasan Proklamator Bung Hatta itu mengangkat tema “Dari Individualisme Menuju Masyarakat Kooperatif” yang menempatkan kemampuan bekerja sama sebagai fondasi penting dalam membentuk pemimpin muda.
Menurut Maigus, posisi Ketua OSIS maupun MPK merupakan amanah yang harus digunakan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah. Ia mengingatkan agar jabatan tersebut tidak dimanfaatkan untuk membangun kepentingan pribadi.
“Menjadi pemimpin atau siswa nomor satu di sekolah memiliki tanggung jawab yang besar. Karena itu, seorang pemimpin tidak boleh semena-mena dan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi,” ujar Maigus.
Ia menekankan, pemimpin yang baik tidak bekerja sendirian, melainkan mampu mendengar, membuka ruang dialog, menerima kritik, dan mengakomodasi aspirasi. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan organisasi secara sehat dan demokratis.
“Seorang pemimpin harus terbuka terhadap aspirasi, mau mendengar, berdiskusi, serta mengedepankan musyawarah sebelum mengambil keputusan. Jadilah pemimpin yang mampu berkolaborasi dalam pelaksanaan program kerja,” katanya.
Maigus juga mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap kepemimpinan, karena seorang pemimpin tidak cukup hanya mampu memberikan instruksi. Pemimpin harus mampu membangun energi positif dan menggerakkan seluruh anggota organisasi untuk mencapai tujuan bersama.
“Pemimpin itu adalah motivator, fasilitator, dinamisator. Pemimpin itu adalah yang mau mendengar dan mau bermusyawarah. Pemimpin seperti itu yang dibutuhkan,” tuturnya.
Ia menilai pengalaman memimpin organisasi di sekolah menjadi ruang bagi siswa untuk belajar bertanggung jawab, menyelesaikan persoalan, mengelola perbedaan pendapat, dan membangun kerja sama. Karena itu, Maigus berharap 100 peserta dari berbagai daerah dapat membawa pengalaman tersebut ke sekolah masing-masing sebagai bekal regenerasi kepemimpinan nasional.
Ia menyebut para Ketua OSIS dan MPK sebagai bagian dari mata rantai lahirnya pemimpin masa depan Indonesia. “Mimpi besar saya, akan lahir pemimpin-pemimpin hebat Indonesia dari anak-anak muda yang hari ini sedang belajar memimpin, termasuk dari para Ketua OSIS dan MPK yang hadir di sini,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....