Ketua OSIS di Padang Didorong jadi Pemimpin yang Kolaboratif
- 14 Agt 2026 02:16 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemimpin di lingkungan sekolah perlu mengutamakan kebersamaan, keterbukaan, dan kemampuan mendengar aspirasi agar mampu membawa organisasi berkembang. Kepemimpinan tersebut juga diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk membangun karakter serta mempersiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir saat menjadi pemateri latihan kepemimpinan bagi 100 Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) dari 21 provinsi di Indonesia. Kegiatan yang digelar Yayasan Proklamator Bung Hatta itu berlangsung di Studio Hasnawi Karim, Asrama Haji Embarkasi Padang, Kamis, 13 April 2026, dengan tema “Dari Individualisme Menuju Masyarakat Kooperatif”.
Maigus mengatakan jabatan Ketua OSIS maupun MPK merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, seorang pemimpin tidak seharusnya menggunakan jabatan untuk kepentingan pribadi, tetapi mampu menggerakkan anggota dan menciptakan ruang bagi setiap orang untuk berkontribusi.
“Menjadi pemimpin atau siswa nomor satu di sekolah memiliki tanggung jawab yang besar. Seorang pemimpin tidak boleh semena-mena dan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.
Ia menilai kemampuan mendengarkan aspirasi menjadi salah satu kunci dalam membangun organisasi yang sehat. Pemimpin juga perlu membiasakan diskusi dan musyawarah sebelum mengambil keputusan agar setiap anggota merasa dilibatkan.
“Seorang pemimpin harus terbuka terhadap aspirasi, mau mendengar, berdiskusi, serta mengedepankan musyawarah sebelum mengambil keputusan. Jadilah pemimpin yang mampu berkolaborasi dalam pelaksanaan program kerja,” katanya.
Menurut Maigus, kepemimpinan yang baik tidak hanya ditandai dengan kemampuan memberikan arahan, tetapi juga kesediaan menjadi motivator, fasilitator, dan dinamisator bagi anggota organisasi. Sikap tersebut penting agar pemimpin mampu membangun semangat kebersamaan dan menghindari pola kepemimpinan yang individualistis.
Dalam pembekalan tersebut, Maigus juga berbagi pengalaman mengenai pentingnya kepemimpinan yang bertanggung jawab dan mampu membawa perubahan positif di lingkungan sekolah. Ia mengingatkan peserta agar menjadikan posisi yang dipercayakan kepada mereka sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat bagi sekolah dan teman-temannya.
Maigus berharap para peserta dapat menerapkan nilai kepemimpinan yang diperoleh dalam menjalankan organisasi di sekolah masing-masing. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membentuk generasi muda yang memiliki kemampuan memimpin sekaligus mampu bekerja sama dengan orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....