TP-PKK Padang Panjang Ajak Semua Elemen Masyarakat Cegah Perkawinan Anak
- 07 Agt 2026 15:19 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Tim Penggerak PKK Kota Padang Panjang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah perkawinan anak. Upaya tersebut dinilai memerlukan sinergi keluarga, lembaga adat, tokoh agama, dan masyarakat agar anak dapat tumbuh, belajar, serta meraih masa depan yang lebih baik.
Hal itu disampaikan Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang, Ny. Maria Feronika Hendri, saat membuka Sosialisasi Pencegahan Perkawinan Anak di Aula Hotel Rang Kayo Basa, Jumat 7 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Kota Padang Panjang, Winarno, beserta jajaran, Bundo Kanduang, Niniak Mamak, ibu rumah tangga, organisasi perempuan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, dan berbagai unsur yang peduli terhadap perlindungan anak.
Dalam sambutannya, Ny. Maria mengatakan anak merupakan amanah yang harus dijaga dengan memastikan seluruh haknya terpenuhi. Menurutnya, perhatian terhadap anak tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mencakup pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan kesempatan mengembangkan potensi diri.
"Anak-anak adalah aset berharga yang harus kita jaga bersama. Mereka berhak memperoleh pendidikan yang layak, tumbuh dalam lingkungan yang sehat, dan memiliki kesempatan meraih cita-cita sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Karena itu, pencegahan perkawinan usia dini harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter dan masa depan anak. Karena itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka agar anak memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan, harapan, maupun tantangan yang dihadapi.
Selain keluarga, Ny. Maria menilai kepedulian masyarakat juga menjadi faktor penting dalam mencegah perkawinan anak. Menurutnya, ketika keluarga, lembaga adat, tokoh agama, dan lingkungan sekitar memiliki perhatian yang sama, berbagai risiko yang dapat menghambat tumbuh kembang anak dapat dicegah sejak dini.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial PPKBPPPA Kota Padang Panjang, Winarno, mengatakan perkawinan anak berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari risiko putus sekolah, persoalan kesehatan ibu dan anak, hingga masalah sosial dan ekonomi.
"Melalui sosialisasi ini, kita berharap semua peserta organisasi yang hadir semakin memahami pentingnya mendampingi anak-anak menuju masa depan yang lebih baik lagi," katanya.
Winarno berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan masing-masing sehingga upaya pencegahan perkawinan anak tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....