Pemko Padang Kerahkan Seluruh Sumber Daya Percepat Pemulihan Pascabanjir

  • 05 Agt 2026 02:57 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pemulihan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di kota itu. Penanganan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pembersihan fasilitas publik, sekolah, dan permukiman warga hingga penyaluran bantuan darurat bagi masyarakat terdampak.

Upaya percepatan tersebut dipastikan Wali Kota Padang Fadly Amran saat meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir pada Selasa, 4 Agustus 2026. Rangkaian peninjauan diawali di SMP Negeri 41 Padang di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, yang sempat terendam dan dipenuhi endapan lumpur. Setelah itu, rombongan melanjutkan peninjauan ke kawasan permukiman Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, yang menjadi salah satu titik terdampak cukup berat.

Di kawasan Lapau Munggu, tercatat sebanyak 60 kepala keluarga terdampak banjir. Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan ringan dan dipenuhi lumpur akibat luapan air yang terjadi sejak Senin, 3 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Fadly juga mendampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyerahkan bantuan berupa kasur dan paket sembako kepada warga terdampak. Bantuan tersebut merupakan bagian dari penanganan darurat untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan duka ke rumah seorang warga di Palarik, Kelurahan Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, yang meninggal dunia diduga akibat kelelahan saat menghadapi situasi banjir. Pemko Padang menyampaikan belasungkawa dan memastikan pendampingan terhadap keluarga korban.

Ia menegaskan seluruh perangkat daerah langsung bergerak melakukan gotong royong membersihkan fasilitas publik dan kawasan permukiman. Pemulihan sektor pendidikan juga menjadi salah satu prioritas utama pemerintah kota.

"Kami meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang bergerak cepat membersihkan sekolah-sekolah yang terdampak. Pembersihan akan dilakukan hingga sore hari agar besok anak-anak sudah dapat kembali mengikuti proses belajar mengajar," ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan pascabanjir tidak hanya berfokus pada pembersihan lumpur, tetapi juga evakuasi kayu dan pohon yang terbawa arus sungai. Pemerintah juga telah menyiagakan bantuan makanan siap saji, pakaian, selimut, dan posko di sejumlah titik terdampak.

"Kami telah mengerahkan seluruh sumber daya untuk mempercepat pembersihan. Titik banjir yang cukup parah ada sekitar 15 lokasi tersebar di Koto Tangah, Nanggalo, Kuranji, dan Lubuk Begalung. Karena itu, kami sangat mendorong percepatan program rehabilitasi dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi di kawasan daerah aliran sungai yang tengah dilakukan," ujarnya.

Fadly mengungkapkan curah hujan yang mengguyur Kota Padang sejak Senin siang mencapai sekitar 360 milimeter, lebih tinggi dibandingkan banjir November 2025 yang berkisar 260 hingga 290 milimeter. Meski demikian, ia menilai dampak yang terjadi kali ini tidak separah bencana sebelumnya.

"Curah hujan yang terjadi sejak kemarin siang mencapai sekitar 360 milimeter, bahkan lebih tinggi dibandingkan banjir November 2025 lalu yang berkisar 260 hingga 290 milimeter. Saya memahami masyarakat menghadapi kesulitan, namun kondisi dampaknya kali ini tidak separah bencana November lalu," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....