Dana Transfer ke Daerah Sambungkan Kembali Akses Pascabencana di Tanah Datar

  • 29 Jul 2026 12:10 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Matahari sedang terik di Nagari Taluk, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Debu beterbangan setiap kali kendaraan melintasi jalan menuju Jembatan Titian Putih. Di atas jembatan rangka baja yang baru terpasang, sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk pengangkut hasil perkebunan bergantian melintas. Di sisi jembatan, dua alat berat masih bekerja memperkuat tapak atau abutmen agar konstruksi semakin kokoh.

Pemandangan itu berbeda jauh dibandingkan satu setengah bulan lalu. Sejak banjir bandang pada 20 Mei 2026 merusak Jembatan Titian Putih, akses utama masyarakat di ruas jalan provinsi Setangkai–Tanjung Ampalu terputus. Mobilitas warga lumpuh, distribusi barang tersendat, dan aktivitas ekonomi ikut melambat.

Kini, perlahan kehidupan kembali bergerak. Jembatan bailey sepanjang 42 meter dengan lebar 4,2 meter telah menghubungkan kembali jalur tersebut. Pembangunan jembatan dilaksanakan secara swakelola oleh Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar sebagai bagian dari percepatan penanganan darurat bencana.

Transfer ke Daerah untuk Respons Cepat Bencana

Di balik berdirinya jembatan sementara itu, terdapat dukungan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang memungkinkan penanganan dilakukan lebih cepat. Kepala UPTD Workshop dan Peralatan Dinas BMCKTR Sumbar, Mitra Hengki, mengatakan pembangunan jembatan bailey merupakan bagian dari percepatan penanganan dampak bencana melalui anggaran tersebut.

Total anggaran pembangunan mencapai Rp4,9 miliar. Sebanyak Rp4,1 miliar digunakan untuk pengadaan rangka jembatan, sedangkan Rp800 juta dialokasikan untuk pembangunan tapak atau abutmen.

Perakitan jembatan dimulai pada 6 Juli 2026. Hanya dalam waktu tiga hari, konstruksi selesai dirangkai dan dapat dilalui kendaraan. Meski bersifat sementara, jembatan bailey mampu menahan beban kendaraan hingga 15–20 ton dan dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang cukup lama.

Menurut Hengki, pembangunan jembatan sementara merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy agar akses masyarakat segera dipulihkan sambil menunggu pembangunan jembatan permanen yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp25 miliar.

"Jembatan bailey yang terpasang saat ini akan digeser ke tapak yang sudah kami bangun di sampingnya. Targetnya awal bulan Agustus sudah rampung. Kemudian, jika anggaran sudah tersedia, dilanjutkan dengan pembangunan jembatan permanen," ujarnya, Selasa, 28 Juli 2026.

Aktivitas Warga Kembali Pulih

Bagi masyarakat Nagari Taluk, keberadaan jembatan bukan hanya soal infrastruktur. Wali Nagari Taluk, Pendi Aswil mengatakan, Jembatan Titian Putih yang dibangun sejak zaman kolonial merupakan jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Sijunjung dan Tanah Datar menuju Bukittinggi serta Payakumbuh.

“Selama jembatan rusak, warga terpaksa membangun jembatan darurat dari batang pohon kelapa agar anak-anak tetap bisa menyeberang menuju sekolah. Setelah itu, mereka dijemput menggunakan bus sekolah,” tuturnya.

Sementara angkutan orang dan distribusi barang harus memutar sejauh 19 kilometer. Perjalanan yang biasanya hanya ditempuh hitungan menit berubah menjadi hampir satu jam.

Mewakili masyarakat, Pendi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumbar yang bergerak cepat memulihkan akses melalui pembangunan jembatan sementara. Saat ini, dampaknya mulai dirasakan masyarakat.

Berjarak kurang lebih satu kilo meter dari lokasi jembatan, Rumah Makan Elok Basamo kembali ramai menjelang makan siang. Beberapa pengemudi truk tampak menikmati hidangan sebelum melanjutkan perjalanan. Pemandangan itu sempat menghilang selama akses terputus. Hj. It, pemilik rumah makan mengaku, usahanya nyaris tanpa pelanggan selama satu setengah bulan karena sopir truk tidak lagi melintas.

Kini arus kendaraan kembali normal. Truk pengangkut hasil perkebunan, kendaraan distribusi barang, hingga bus penumpang silih berganti melewati jembatan sementara. "Bersyukur jembatan rusak cepat diperbaiki, sehingga kami bisa kembali berjualan. Pelanggan kembali datang," ujar It.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....