Pemko Padang Perkuat Irigasi Dukung Ketahanan Pangan

  • 10 Agt 2026 16:07 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat sistem irigasi untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan Bendung Limau Manis yang ditargetkan dapat melayani kawasan pertanian dengan luas di bawah 1.000 hektare di Kota Padang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang Malvi Hendri mengatakan, ketersediaan infrastruktur irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian masyarakat. Pembangunan dan pengelolaan jaringan irigasi perlu terus diperkuat agar pasokan air untuk lahan pertanian dapat terjaga.

“Pembangunan Bendung Limau Manis Paket 1 ini merupakan langkah strategis Pemko Padang dalam mengoptimalkan sistem irigasi primer dan sekunder. Hal ini guna menjamin ketersediaan air sawah dan mendukung ketahanan pangan para petani di Kecamatan Pauh,” ujarnya di Padang, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurutnya, keberadaan bendung dan jaringan irigasi yang berfungsi optimal diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian. Pengelolaan sistem irigasi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keberlanjutan lahan pertanian di daerah.

Pembangunan Bendung Limau Manis Paket 1 dilaksanakan di Jalan Manggis, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Proyek tersebut mulai dikerjakan Dinas PUPR pada hari ini.

Pembangunan sarana irigasi tersebut didanai melalui APBD Kota Padang yang bersumber dari Dana Transfer ke Daerah-Dana Alokasi Umum (TKD-DAU). Fasilitas yang dibangun ditujukan untuk mengoptimalkan pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer maupun sekunder.

Malvi menambahkan, proses pengerjaan akan terus dipantau agar pembangunan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sekaligus mengejar penyelesaian sesuai jadwal.

“Kami terus mendorong agar pengerjaan fisik ini dapat berjalan tepat mutu dan tepat waktu sesuai target 138 hari kalender, serta didampingi pengawasan ketat agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Secara teknis, proyek pembangunan tersebut dikerjakan CV Generasi Baru dengan waktu pelaksanaan selama 138 hari kalender sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 21 Juli 2026. Proyek tersebut juga memiliki masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....