Gerakan Pangan Murah Bantu Warga Padang Panjang

  • 29 Jul 2026 02:44 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota Padang Panjang terus berupaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini menjadi salah satu langkah untuk menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Gerakan Pangan Murah digelar di area parkir Masjid Muhammadiyah, Padang Panjang, Selasa, 28 Juli 2026. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Padang Panjang, Varia Warvis, mengatakan GPM merupakan bentuk intervensi pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

"Antusias masyarakat selalu tinggi. Bahkan sebelum pukul 11.00 WIB, sebagian besar komoditas biasanya sudah habis terjual. Kami berupaya agar GPM ini dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan seluruh komoditas dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Kebijakan tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di Kota Padang Panjang.

Berbagai komoditas yang tersedia antara lain cabai merah, bawang merah, bawang putih, kentang, terong, buncis, bawang prei, seledri, selada, wortel, kol, serta aneka sayuran lainnya. Sayuran tersebut merupakan hasil panen tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan Dinas Pangan dan Pertanian.

Selain sayuran, masyarakat juga dapat membeli ikan nila hasil budidaya yang disediakan Balai Benih Ikan (BBI). Sementara itu, Perum Bulog menghadirkan mobil pangan yang menyediakan beras, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Beberapa komoditas dijual dengan harga di bawah pasar, di antaranya cabai merah Rp35.000 per kilogram, bawang merah kampung Rp22.000 per kilogram, bawang merah impor Rp13.000 per kilogram, bawang putih Rp12.000 per setengah kilogram, kentang Rp12.000 per kilogram, serta ikan nila Rp16.000 per setengah kilogram.

Seorang warga, Ros, mengaku sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata, terutama ketika harga bahan pokok mengalami kenaikan.

"Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara rutin karena sangat membantu masyarakat, terutama ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....