Pesisir Selatan dan Timor Tengah Utara Berbagi Inovasi Pertanian
- 12 Agt 2026 20:29 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, bertukar inovasi pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Pertukaran pengetahuan tersebut berlangsung 11–13 Agustus 2026 melalui kegiatan Knowledge Exchange.
Pesisir Selatan memperkenalkan Mulsa Tanpa Olah Tanah (MTOT) atau Sawah Pokok Murah (SPM), sementara TTU membagikan pengalaman penerapan Eco-Enzyme. Kedua inovasi tersebut dipelajari untuk melihat peluang penerapan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pesisir Selatan, Subchandri, mengatakan perbedaan karakteristik wilayah menjadi kesempatan bagi kedua daerah untuk saling belajar. Menurutnya, pengalaman yang dibagikan tidak harus diterapkan secara sama, tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi lokal.
“Semoga pertemuan ini menjadi ruang untuk berbagi cerita dari daerah masing-masing, termasuk masalah, kendala, dan inovasi untuk mencari solusi bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Subchandri pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTU, Chairel Malelak, mengatakan pihaknya tertarik mempelajari MTOT karena wilayahnya memiliki musim kering lebih panjang. Metode tersebut dinilai berpotensi membantu menghemat penggunaan air sekaligus menekan biaya produksi pertanian.

“Kami datang dengan semangat untuk mempelajari MTOT karena di Kabupaten TTU musim kering lebih lama dibandingkan musim basah. Kami melihat metode ini sangat cocok untuk dipelajari,” ujar Chairel.
Melalui kegiatan ini, Pesisir Selatan dan TTU diharapkan dapat memperkuat kapasitas petani serta mengembangkan praktik pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan. Pertukaran pengalaman tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan pencapaian pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....