BMKG Peringatkan Gelombang hingga 4 Meter di Perairan Barat Mentawai
- 25 Jul 2026 15:29 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk perairan Sumatera Barat. Kecepatan angin yang meningkat berpotensi memicu gelombang tinggi, terutama di wilayah perairan barat Kepulauan Mentawai.
Koordinator Prakirawan dan Analisis BMKG Maritim Teluk Bayur, Budi Iman Samiaji, mengatakan pihaknya telah menerbitkan peringatan dini cuaca sejak sehari sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan kecepatan angin di wilayah perairan Sumatera Barat.
“Kami sudah mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah perairan Sumatera Barat dan sekitarnya. Ini karena ada potensi kecepatan angin mencapai 20 knot,” ujar Budi kepada RRI pada Sabtu 25 Juli 2026.
Ia menjelaskan, angin kencang tersebut berpotensi memicu kenaikan tinggi gelombang di hampir seluruh perairan Sumatera Barat. BMKG meminta masyarakat tidak hanya memperhatikan kondisi cuaca di daratan, tetapi juga perkembangan cuaca di laut.
“Yang perlu diperhatikan adalah kecepatan angin dan kondisi gelombang. Ini bisa terjadi di hampir seluruh perairan Sumatera Barat," ujarnya.
Budi mengatakan tinggi gelombang di perairan barat dan timur Mentawai diperkirakan mencapai 2,5 meter. Sementara itu, di perairan barat Mentawai yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, tinggi gelombang dapat mencapai empat meter.
"Kalau untuk wilayah perairan Sumatera Barat dan timur Mentawai bisa mencapai 2,5 meter. Kemudian untuk di barat Mentawai ini karena samudra lepas bisa mencapai 4 meter, " katanya.
Menurut Budi, kondisi tersebut perlu diwaspadai karena perairan timur Mentawai merupakan jalur yang memiliki aktivitas pelayaran cukup padat. BMKG memperkirakan potensi angin kencang dan gelombang tinggi masih berlangsung hingga 27 Juli 2026 pukul 19.00 WIB.
Dampak cuaca buruk mulai dirasakan pada layanan penyeberangan menuju Kepulauan Mentawai. BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, pemancing, hingga wisatawan agar terus memantau informasi cuaca sebelum beraktivitas di laut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....