Warga Binaan Lapas Padang Ikuti Program Pendidikan Kesetaraan
- 24 Jul 2026 01:49 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Sebanyak 101 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Padang mulai mengikuti Program Pembinaan Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C sebagai upaya memenuhi hak dasar pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebelum kembali ke masyarakat. Program ini diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap dunia kerja maupun pendidikan lanjutan melalui ijazah yang diakui setara dengan sekolah formal.
Program tersebut resmi dibuka Wali Kota Padang Fadly Amran di Aula Sahardjo Lapas Kelas IIA Padang, Kamis, 23 Juli 2026. Kegiatan itu merupakan hasil kolaborasi antara Lapas Kelas IIA Padang dan Yayasan Pendidikan Gempita Sumatera Barat melalui PKBM Gempita Sumbar.
Fadly Amran mengatakan pemerintah daerah siap memperkuat sinergi dengan Lapas Kelas IIA Padang, tidak hanya dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan, tetapi juga melalui pengembangan berbagai pelatihan vokasi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan Angka Harapan Sekolah (AHS) sekaligus memperluas akses pendidikan yang merata.
"Program pembinaan pendidikan kesetaraan ini sejalan dengan cita-cita kita melalui gerakan Program Unggulan Padang Juara dan Padang Melayani dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Sumatera Barat," ujarnya.
Ia menambahkan, ijazah pendidikan kesetaraan memiliki legalitas yang sama dengan sekolah formal sehingga dapat dimanfaatkan warga binaan untuk melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan setelah bebas. Pemko Padang juga siap mendukung pelatihan keterampilan seperti servis AC, menjahit, servis kendaraan, hingga keahlian vokasi lainnya.
"Kami berharap 101 warga binaan Lapas Kelas IIA Padang yang mengikuti program ini dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus. Ke depan, Pemko Padang juga siap mendukung pengembangan pelatihan keterampilan seperti servis AC, menjahit, servis kendaraan, maupun keahlian vokasi lainnya," katanya.
Kepala Lapas Kelas IIA Padang Ronaldo Devinci Talesa menjelaskan program tersebut menjadi yang pertama kali dilaksanakan sejak Lapas Kelas IIA Padang berdiri. Sebanyak 101 peserta dipilih melalui asesmen dari total 671 penghuni lapas dengan mempertimbangkan motivasi belajar, masa pidana, dan komitmen mengikuti pembelajaran.
"Program ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan sejak Lapas Kelas IIA Padang berdiri. Pembelajaran akan dilaksanakan oleh tutor PKBM Gempita Sumbar dengan dukungan modul dan perlengkapan belajar yang telah disiapkan," kata Ronaldo.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumbar Kunrat Kasmiri menilai program tersebut menjadi implementasi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan sekaligus mendukung program prioritas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Menurutnya, pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi bekal penting agar warga binaan mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif.
"Pendidikan menjadi kesempatan kedua bagi warga binaan untuk memperbaiki diri sebelum kembali ke masyarakat. Kami berharap program ini dilengkapi pelatihan vokasi agar mereka memiliki keterampilan kerja dan dapat kembali sebagai pribadi yang lebih baik, produktif, serta mampu berinteraksi dengan masyarakat," ujar Kunrat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....