Riset Unand Dorong Kacang Lima Menjadi Pangan Masa Depan

  • 24 Jul 2026 00:02 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Tim peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas (Unand) mengkaji keamanan tepung kacang lima (Phaseolus lunatus L.) sebagai sumber protein nabati alternatif. Penelitian dilakukan karena kacang yang dikenal masyarakat Sumatera Barat sebagai kacang paga atau kacang roti dinilai memiliki potensi besar sebagai bahan pangan, namun aspek keamanannya perlu dibuktikan secara ilmiah.

Penelitian dipimpin dosen Departemen Biologi FMIPA Unand, Dr. Rita Maliza bersama Prof. Fazal Jalil dari Abdul Wali Khan University Mardan, Pakistan, serta dua mahasiswa Biologi FMIPA, Reziq Marchellino Irwan dan Rafi Ramadhan Anwar. Kajian tersebut bertujuan mengevaluasi keamanan konsumsi berulang tepung kacang lima yang telah diolah sebelum dikembangkan sebagai pangan alternatif.

Rita mengatakan riset dilakukan menggunakan tikus Wistar jantan dan betina yang diberi tepung kacang lima setiap hari selama 28 hari. Sebelum digunakan, biji kacang lima diproses melalui perendaman, perebusan, dan pengeringan untuk mengurangi kandungan antinutrisi, kemudian diberikan dalam empat dosis, yakni 500, 1.000, 1.500, dan 2.000 miligram per kilogram berat badan, disertai pengamatan terhadap berat badan, organ tubuh, profil hematologi, dan jaringan organ.

Ia menyebutkan hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung kacang lima hingga dosis tertinggi tidak memicu perubahan bentuk organ maupun gangguan pertambahan berat badan. Pemeriksaan juga memperlihatkan tidak adanya kerusakan jaringan yang bermakna pada hati dan ginjal, sementara kadar kreatinin tetap berada dalam batas normal sehingga fungsi ginjal dinilai tetap terjaga selama masa penelitian.

Menurut Rita, hasil kajian tersebut memberikan gambaran awal mengenai keamanan tepung kacang lima yang telah melalui proses pengolahan yang tepat. "Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tepung kacang lima yang telah diolah melalui proses perendaman dan perebusan memiliki profil keamanan yang baik pada uji konsumsi berulang selama 28 hari. Temuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya pengembangan kacang lima sebagai sumber protein nabati alternatif yang aman dan bernilai tambah bagi masyarakat," ucapnya, Minggu, 19 Juli 2026.

Menurutnya, hasil penelitian tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk merekomendasikan konsumsi pada manusia dalam jangka panjang. Menurutnya, masih diperlukan penelitian lanjutan berupa uji toksisitas subkronis selama sekitar 90 hari serta kajian ilmiah lainnya agar tersedia bukti yang lebih kuat mengenai keamanan konsumsi jangka panjang.

"Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa tepung kacang lima yang telah diolah memiliki prospek sebagai bahan pangan alternatif yang aman. Temuan tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi penelitian lanjutan sekaligus mendukung upaya diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal Indonesia," tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....