Pemko Padang Normalisasi Batang Arau jelang Festival Selaju Sampan
- 17 Jul 2026 07:21 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mempercepat normalisasi Sungai Batang Arau melalui pengerukan sedimen sebagai langkah mengurangi risiko banjir. Kegiatan tersebut juga dilakukan untuk mendukung kesiapan kawasan Batang Arau menjadi pusat berbagai agenda Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
Pengerjaan yang dimulai pada Kamis, 16 Juli 2026, itu merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Padang dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V. Sinergi tersebut dilakukan untuk menjaga kapasitas aliran sungai sekaligus meningkatkan kualitas kawasan wisata bersejarah Batang Arau.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengatakan pengerukan sedimen ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua pekan atau pada akhir Juli 2026. Menurutnya, pekerjaan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga fungsi Sungai Batang Arau.
"Saat ini kami melaksanakan pengerukan sedimen di kawasan Batang Arau. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi dengan BWS Sumatra V. Alat berat disediakan oleh BWS dan kami menargetkan pekerjaan selesai pada akhir Juli," ujarnya.
| Baca juga: Persiapan HJK Padang 2026 Capai 50 Persen |
Malvi menjelaskan pengerukan difokuskan pada sejumlah titik yang mengalami pendangkalan agar kapasitas aliran sungai kembali optimal. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari persiapan kawasan Batang Arau yang akan menjadi lokasi berbagai kegiatan HJK Padang ke-357, termasuk Festival Selaju Sampan. "Pengerukan diprioritaskan pada titik-titik yang berkaitan dengan pelaksanaan Festival Selaju Sampan serta beberapa lokasi yang mengalami pendangkalan agar aliran air kembali lancar dan kawasan tetap tertata," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, BWS Sumatra V mengoperasikan alat berat untuk mengangkat sedimen dari dasar sungai. Sementara itu, DPUPR Kota Padang bertanggung jawab mengangkut material hasil pengerukan menuju lokasi pembuangan (disposal) yang telah ditetapkan.
"Kolaborasi ini berjalan dengan pembagian tugas yang jelas. BWS mengerjakan proses pengerukan menggunakan alat berat, sementara Dinas PUPR mengerahkan armada dump truck untuk mengangkut sedimen ke lokasi disposal," tambah Malvi.
Normalisasi Batang Arau diharapkan tidak hanya mendukung kelancaran penyelenggaraan HJK Padang ke-357, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Peningkatan kapasitas sungai diharapkan mampu mengurangi potensi banjir sekaligus memperkuat daya tarik Batang Arau sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya Kota Padang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....