Unand Lepas 1.833 Mahasiswa KKN Bangun Nagari Bersama

  • 05 Jul 2026 00:00 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) melepas sebanyak 1.833 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II Tahun 2026 di Auditorium Unand, Kamis, 2 Juli 2026. Sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa mendapatkan pembekalan dari PT Hutama Karya (Persero) dan sejumlah narasumber terkait pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, etika KKN, serta literasi digital.

Mahasiswa peserta KKN akan ditempatkan di 92 nagari yang tersebar di 18 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKN Unand yang sejak 2024 dibagi ke dalam tiga skema, yakni KKN Reguler, KKN Tematik, dan KKN Kampus Berdampak untuk memperkuat kontribusi mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Wakil Rektor I Unand, Prof. Dr. Syukri Arief, mengatakan KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. "Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga menjadi duta infrastruktur digital yang mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab mengenai manfaat pembangunan infrastruktur," ucapnya.

Syukri Arief menjelaskan, pada KKN periode ini mahasiswa akan menjalankan sejumlah program prioritas, seperti mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tanah Datar, memperkuat literasi digital, serta memberikan edukasi terkait pembangunan jalan tol. Diingatkan seluruh peserta agar menyusun program kerja sesuai kebutuhan masyarakat, menjaga nama baik almamater, serta membangun kerja sama yang baik selama berada di lokasi KKN.

"Melalui KKN Periode II Tahun 2026, Universitas Andalas berharap mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang mendorong pembangunan nagari melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan literasi digital, dan edukasi pembangunan infrastruktur. Program ini juga menjadi wujud komitmen Unand dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi Usama Putra, menegaskan KKN harus menjadi wadah pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. "KKN bukan hanya formalitas akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk hadir sebagai mitra masyarakat dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan di nagari," tuturnya.

Sebagai informasi, Selain pembekalan dari pihak kampus, mahasiswa juga memperoleh materi mengenai pembangunan infrastruktur nasional yang disampaikan Muhammad Fauzan, termasuk manfaat pembangunan jalan tol terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Materi lainnya diberikan oleh Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Wilayah Sumatera Barat Gusri Yaldi, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol Tulus Abadi, serta Corporate Communication PT Hutama Karya (Persero) Eka Cristy Novianti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....