Unand Tanam 3.800 Pohon di Sembilan Lokasi untuk Pulihkan Lingkungan

  • 08 Agt 2026 19:07 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand ) melakukan restorasi kawasan terdampak banjir bandang melalui penanaman pohon di sembilan lokasi yang tersebar di lima kabupaten. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan sekaligus memperkuat mitigasi bencana berbasis vegetasi.

Penanaman pohon dilaksanakan di sejumlah lokasi yang menjadi wilayah pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unand, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Hutan Nasional dan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN). Salah satu lokasi penanaman berada di SMP Negeri 44 Padang, Kelurahan Koto Tuo, Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu 8 Agustus 2026.

Ketua Panitia, Ir. Aswaldi Anwar, mengatakan sebanyak 3.800 bibit pohon didistribusikan untuk mendukung kegiatan restorasi di sembilan lokasi. Sebagian besar bibit berasal dari Dinas Kehutanan, ditambah sejumlah tanaman buah seperti durian dan manggis. “Bibit yang kami distribusikan sebanyak 3.800. Sebagian besar berasal dari Dinas Kehutanan, dan ada juga bibit tanaman buah seperti durian dan manggis,” ucapnya.

Kepala Dinas Kehutanan, Dr. Ferdinal Asmin, mengapresiasi kontribusi Unand dalam berbagai kegiatan pemulihan lingkungan dan konservasi alam. Menurutnya, perguruan tinggi tersebut telah banyak membantu pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan.

“Unand sudah banyak sekali melakukan kegiatan yang membantu pemulihan alam. Ini sangat membantu kami, dan kami akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unand Efa Yonnedi mengatakan penanaman pohon merupakan langkah konkret dalam mitigasi bencana sekaligus bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap kelestarian lingkungan. “Penanaman pohon ini merupakan salah satu langkah mitigasi bencana dan bagian dari bentuk kepedulian Unand. Kami ingin apa yang dilakukan hari ini memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Efa, Unand juga melihat peluang pengembangan bidang kehutanan, termasuk kemungkinan membuka Program Studi Manajemen Kehutanan dengan kekhasan pengelolaan hutan sosial. Pengembangan tersebut diharapkan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan.

“Kami juga melihat kemungkinan lahirnya program studi Manajemen Kehutanan yang memiliki ciri khas pada hutan sosial. Ke depan, kalau bisa, kegiatan pengabdian juga diarahkan untuk fokus pada penanaman kopi di kawasan hutan sosial sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Rektor juga meminta pihak sekolah dan para siswa ikut menjaga pohon yang telah ditanam. Menurutnya, keberhasilan restorasi lingkungan tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari keberlanjutan perawatannya.

“Kami titip kepada kepala sekolah dan anak-anak di sini untuk menjaga pohon-pohon yang kita tanam hari ini. Karena menanam adalah langkah awal, yang lebih penting adalah bagaimana pohon-pohon ini dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....