Jalur Padang–Bukittinggi Longsor di Lembah Anai

  • 25 Jun 2026 00:29 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Tanah Datar pada Rabu, 24 Juni 2026, siang, diduga menjadi pemicu terjadinya longsor di Kawasan Lembah Anai. Petugas gabungan hingga malam tadi masih melakukan pembersihan material tanah dan batu yang menutupi akses jalan utama Padang–Bukittinggi.

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot mengatakan proses penanganan belum dapat diselesaikan karena masih terdapat batu berukuran besar yang menggantung di tebing sekitar lokasi longsor. Kondisi tersebut dinilai berisiko dan berpotensi kembali menimpa badan jalan apabila tidak segera diturunkan.

"Jalur utama Padang–Bukittinggi maupun sebaliknya hingga pukul 20.10 WIB, masih belum dapat dilalui kendaraan akibat longsor yang terjadi di kawasan Lembah Anai. Material longsor menutup badan jalan di Kilometer 67 atau setelah Jembatan Kembar dari arah Bukittinggi menuju Padang," ucapnya, malam.

Menurut Finot, petugas belum dapat memastikan kapan jalur tersebut dapat dibuka kembali karena proses penanganan bergantung pada keberhasilan evakuasi batu besar tersebut. Untuk mempercepat penanganan, petugas memanfaatkan kendaraan water cannon milik Brimob guna membantu menurunkan batu dari tebing.

Finot menyampaikan sebanyak 20 personel gabungan dari kepolisian dan instansi terkait disiagakan di lokasi hingga jalur dinyatakan aman untuk dilalui masyarakat. Sementara itu, arus kendaraan dialihkan melalui jalur Malalak yang diberlakukan dengan sistem buka tutup.

AKP Pifzen Finot mengimbau masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dari Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya agar bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pengendara juga diminta memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia serta tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca dan situasi di lokasi belum memungkinkan untuk dilalui.

"Kami mengimbau pengendara yang melewati jalur alternatif, untuk bersabar. Apabila cuaca tidak memungkinkan di lapangan, agar tidak meneruskan perjalanan," tuturnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....