CFD Perdana Padang Pariaman Dipadati Warga, UMKM Raup Omzet Tinggi

  • 19 Jul 2026 15:31 WIB
  •  Padang
Poin Utama
  • Car Free Day perdana Kabupaten Padang Pariaman digelar Minggu 19 Juli 2026 dengan menghadirkan ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan di Sumatera Barat.
  • Kegiatan berlangsung meriah di sepanjang ruas jalan dari Poltekpel Sumatera Barat hingga Kampung Nelayan Merah Putih, Katapiang, Kecamatan Batang Anai.
  • Berbagai aktivitas diselenggarakan mulai dari senam massal, jalan santai, bersepeda, pertunjukan seni, olahraga, hingga atraksi taekwondo yang melibatkan ratusan pelaku UMKM.

RRI.CO.ID, Padang - Car Free Day (CFD) perdana yang digelar Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Minggu 19 Juli 2026 berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan masyarakat. Kegiatan yang dipusatkan di sepanjang ruas jalan dari Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sumatera Barat hingga kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Katapiang, Kecamatan Batang Anai, mendapat sambutan antusias dari warga, termasuk pengunjung dari luar daerah.

Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Bukittinggi, hingga sejumlah daerah lain di Sumatera Barat memadati kawasan pesisir untuk berolahraga dan menikmati suasana bebas kendaraan bermotor. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari senam massal, jalan santai, bersepeda, pertunjukan seni, olahraga, hingga atraksi bela diri taekwondo. Kehadiran ratusan pelaku UMKM juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat dan Sekretaris Daerah turut berjalan kaki menyusuri rute CFD bersama masyarakat. Menurut Bupati, tingginya partisipasi masyarakat pada pelaksanaan perdana ini melampaui ekspektasi pemerintah daerah.

"Hari ini kami bangga karena Car Free Day perdana di Kabupaten Padang Pariaman berjalan sukses. Terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, Satpol PP, perangkat daerah, para relawan, hingga masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan ini," ujar John Kenedy Azis.

Ia mengatakan, penyelenggaraan CFD tidak hanya bertujuan membudayakan pola hidup sehat melalui olahraga, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat. Menurutnya, tingginya transaksi di lapak-lapak UMKM menunjukkan kegiatan tersebut mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi para pelaku usaha.

"Informasi yang saya terima, beberapa pedagang sampai tiga kali menambah stok dagangannya. Bahkan saya sendiri ingin membeli sate, ternyata sudah habis terjual. Artinya, ekonomi masyarakat benar-benar bergerak," katanya.

Antusiasme serupa juga dirasakan para pedagang dan pengunjung. Vino, penjual minuman kopi kekinian, mengaku harus berkali-kali menambah persediaan bahan baku karena tingginya permintaan. Sementara Kaila, mahasiswa asal Lubuk Alung, berharap Car Free Day dapat digelar secara rutin sebagai sarana olahraga, rekreasi keluarga, sekaligus mendukung perkembangan UMKM di Kabupaten Padang Pariaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....