Pemko Padang Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba dan Penyakit Masyarakat
- 22 Jun 2026 00:15 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menegaskan komitmen dalam memperkuat upaya pencegahan penyakit masyarakat serta melindungi generasi muda dari pengaruh negatif. Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir saat menghadiri Deklarasi Anti Narkoba dan berbagai bentuk penyimpangan sosial di kawasan Car Free Day (CFD) depan Mapolda Sumatera Barat, Minggu, 21 Juni 2026.
Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan deklarasi bersama di atas kain putih sepanjang satu kilometer. Aksi ini menjadi simbol komitmen kolektif dalam menolak narkoba, tawuran, pergaulan bebas, dan berbagai bentuk penyimpangan sosial lainnya di Sumatera Barat.
Fadly menyampaikan apresiasi kepada LKAAM Sumbar dan Forkopimda yang telah menginisiasi gerakan massal tersebut. Ia menegaskan Kota Padang harus menjadi daerah yang berlandaskan nilai agama dan adat sesuai falsafah ABS-SBK.
"Pemko Padang mengapresiasi deklarasi ini sebagai wujud komitmen bersama menolak berbagai bentuk penyimpangan. Kota Padang dan Sumatera Barat harus menjadi daerah yang diberkahi dengan berlandaskan nilai agama dan budaya sesuai falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK)," katanya.
Fadly menegaskan Pemko Padang terus memperkuat upaya pencegahan melalui Program Smart Surau, Sinergi Nagari, serta peran Dubalang Kota. Ia juga menyebut penguatan regulasi daerah tengah disiapkan untuk mendukung penanganan penyakit masyarakat secara lebih tegas.
Senada dengan itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam pencegahan narkoba sejak dini. Ia mendorong pembentukan Kampung Bebas Narkoba serta penguatan peran pemuda dalam pembinaan karakter.
"Pencegahan harus dimulai dari keluarga, lingkungan, sekolah, hingga tempat ibadah. Mari kita pastikan tidak ada lagi anak-anak kita yang menjadi korban narkoba, dan seluruh program yang telah dicanangkan dapat dijalankan secara konsisten," tegasnya.
Sementara itu, Kepala BNNP Sumbar Toton Rasyid menekankan pentingnya strategi pencegahan untuk memutus rantai penyalahgunaan narkotika di masyarakat. Ia menyebut keterlibatan seluruh elemen sangat dibutuhkan karena keterbatasan fasilitas rehabilitasi yang ada saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....