Kelas BerNALAR Jadi Inovasi Baru Pendidikan Dasar di Payakumbuh
- 19 Jun 2026 04:43 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh meluncurkan program inovatif Kelas BerNALAR (BerNumerasi Aplikatif dan BerLiterasi Aktual dan Relevan) sebagai upaya memperkuat kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran peserta didik di tingkat sekolah dasar. Program tersebut diperkenalkan dalam Workshop Implementasi Kelas BerNALAR yang dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Nalfira, di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Payakumbuh, Kelurahan Padang Alai Bodi, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kamis, 18 Juni 2026.
Nalfira mengatakan, peningkatan mutu pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. “Karena itu, berbagai inovasi pembelajaran terus dikembangkan untuk memperkuat kompetensi dasar peserta didik sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah,” katanya.
Menurutnya, kemampuan literasi dan numerasi masih menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian bersama. Selain itu, capaian Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Kota Payakumbuh pada 2025 menunjukkan perlunya langkah-langkah inovatif dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Literasi dan numerasi bukan hanya kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Tetapi juga fondasi penting untuk membangun kemampuan berpikir kritis, bernalar, berkomunikasi, dan memecahkan masalah yang dibutuhkan peserta didik di masa depan,” kata Nalfira.
Ia menjelaskan, Kelas BerNALAR dirancang untuk membangun budaya belajar yang mendorong peserta didik aktif berpikir, memahami informasi secara kritis, serta mampu mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Melalui program tersebut, sekolah akan menerapkan pembiasaan “15 Menit BerNALAR” pada awal pembelajaran.
Kegiatan itu meliputi aktivitas membaca, memahami, menganalisis, berdiskusi, serta menghubungkan materi dengan konteks nyata sehingga kemampuan literasi, numerasi, dan penalaran peserta didik dapat berkembang secara optimal. Nalfira menambahkan, program Kelas BerNALAR sejalan dengan kebijakan nasional, termasuk penguatan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan implementasi pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, serta mendalam.
“Program ini diharapkan mampu menciptakan budaya belajar yang lebih kuat di lingkungan sekolah. Sekaligus meningkatkan kualitas hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan keberhasilan implementasi Kelas BerNALAR sangat ditentukan oleh peran guru sebagai ujung tombak transformasi pembelajaran. Karena itu, workshop tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dalam mengembangkan pembelajaran literasi dan numerasi yang kontekstual, menyusun modul dan asesmen berkualitas, memanfaatkan teknologi digital serta kecerdasan artifisial secara bijak, dan menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Syafni Hasni, menjelaskan workshop tersebut merupakan bagian dari Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) yang diaktualisasikan melalui kerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN). Menurutnya, kegiatan itu bertujuan menghasilkan modul pembelajaran yang dapat digunakan guru sekolah dasar untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik sesuai kebutuhan pembelajaran saat ini.
“Tujuan utama workshop ini adalah menghasilkan modul pembelajaran yang dapat digunakan guru sekolah dasar. Terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik secara sistematis dan berkelanjutan,” ujar Syafni.
Workshop tersebut diikuti 20 anggota tim penulis modul dan 87 guru SD negeri maupun swasta se-Kota Payakumbuh. Kegiatan dilaksanakan melalui paparan materi narasumber, presentasi hasil kerja tim pengembang modul, penayangan video praktik baik, diskusi kelompok, hingga praktik implementasi penggunaan modul melalui metode peer teaching.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....