ESDM Sumbar: Migrasi Pengguna Dexlite Picu Antrean Solar Subsidi di Sumbar
- 18 Mei 2026 12:11 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Antrean panjang kendaraan untuk mengisi solar bersubsidi menjadi pemandangan yang jamak ditemui di SPBU sepanjang Jalan Bypass Kota Padang, salah satunya di SPBU Taruko, Kecamatan Kuranji. Pantauan RRI di lapangan, antrean panjang acap kali terjadi pada sore hingga malam hari.
Abdul Rahman, pengemudi truk pengirim garam antarprovinsi, kepada RRI, Senin, 18 Mei 2026 mengatakan, antrean untuk pembelian solar sudah terjadi dalam satu pekan terakhir. Dengan kondisi tersebut, ia sengaja datang memarkirkan truknya sejak sore hari agar bisa mendapat jatah solar.
Sebab jika terlambat, kemungkinan besar dirinya tidak kebagian solar yang biasanya tersedia pada malam hari. “Saya angkut barang dulu ke truk. Sesudahnya langsung parkir di SPBU untuk antre,” ujarnya.
“Kalau tidak seperti itu, tidak kebagian. Antrenya kadang bisa sampai empat jam, bahkan lebih,” katanya menambahkan.
Dikonfirmasi RRI terkait antrean angkutan untuk mendapatkan solar, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Helmi Heryanto mengatakan, antrean terjadi karena meningkatnya permintaan solar bersubsidi. Penyebabnya, pemilik kendaraan yang sebelumnya menggunakan solar nonsubsidi, seperti Dexlite dan Pertamina Dex, beralih ke solar subsidi karena disparitas harga yang sangat timpang.
Solar bersubsidi masih dibanderol Rp6.800 per liter, sedangkan Dexlite Rp27.150 per liter dan Pertamina Dex Rp29.100 per liter. Helmi membeberkan, migrasi pengguna solar nonsubsidi ke subsidi tergambar dari meningkatnya jumlah masyarakat yang mendaftarkan kendaraannya untuk mendapatkan jatah subsidi.
“Kami sudah rapat bersama Pertamina juga. Ternyata konsumsi solar bersubsidi naik 7,1 persen. Banyak masyarakat yang mendaftar untuk mendapatkan barcode di MyPertamina supaya bisa membeli solar subsidi,” tuturnya.
Menyikapi kenaikan pembelian solar bersubsidi, kata Helmi, Pemprov Sumbar meminta Pertamina menambah kuota penyaluran harian. Sementara dalam jangka panjang, Pemprov Sumbar mengajukan tambahan kuota kepada BPH Migas agar ketersediaan solar bersubsidi bisa mencukupi hingga akhir tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....