BIM Catat Penurunan Penumpang Domestik, Musim Haji Dongkrak Rute Internasional

  • 02 Jun 2026 19:03 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, terjadi penurunan penumpang domestik pada angkutan udara yang berangkat melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mencapai 6,11 persen pada April 2026. Penurunan penumpang juga terjadi pada pintu kedatangan BIM yang tercatat menurun mencapai 41,80 persen dibandingkan Maret 2026.

Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin mengatakan, terjadi penurunan minat masyarakat menggunakan transportasi udara selama periode dimaksud. “Catatan kami memang terjadi penurunan minat masyarakat pengguna transportasi angkutan udara. Apakah karena tarif pesawat yang tinggi, atau karena berkurangnya rute penerbangan yang mulai berkurang, ini perlu kajian lebih dalam,” ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026.

Hasan menjelaskan, perbedaan justru terjadi pada penerbangan internasional, tercatat penumpang yang berangkat dari pintu keberangkatan BIM pada April meningkat sebesar 13,40 persen dibandingkan bulan sebelumnya. “Hal ini disebabkan bersamaan dengan musim haji tahun ini, mayoritas penumpang pesawat dengan rute Makkah dan Madinah paling besar menggunakan transportasi angkutan udara pada periode dimaksud,” katanya.

Sementara itu, BPS Sumbar juga mencatat terjadinya penurunan barang yang dimuat melalui angkutan laut pada tiga pelabuhan di Sumbar, yakni Teluk Bayur, Muaro Padang dan Bungus Teluk Kabung. Tercatat, jumlah barang yang dimuat tercatat sebesar 227,40 ribu ton, atau turun 34,55 persen dibanding Maret 2026. Sementara itu, barang yang dibongkar, pada April 2026 tercatat mengalami kenaikan, yaitu naik sebesar 9,61 persen jika dibandingkan bulan lalu, dari 321,06 ribu ton pada Maret 2026 menjadi 351,91 ribu ton pada April 2026.

Hasan mengatakan, keberangkatan penumpang kereta api pada April 2026 tercatat sebanyak 202,28 ribu orang, atau naik 7,35 persen dibandingkan Maret 2026. Sementara, jumlah barang yang diangkut dengan moda kereta api mengalami penurunan 29,53 persen secara bulanan.

Hasan menambahkan, berdasarkan minat penggunaan moda transportasi penyeberangan, penurunan signifikan terjadi pada angkutan udara. “Sementara, angkutan laut dalam negeri dan kereta api relatif tinggi mengingat banyaknya permintaan angkutan barang pada kapal laut dan perjalanan wisata oleh masyarakat selama libur nasional di angkutan kereta api,” ujarnya.

Menurut Hasan, perkembangan jumlah penumpang dan arus barang pada berbagai moda transportasi tersebut menjadi indikator penting dalam memantau aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Sumbar. BPS akan terus mencermati tren transportasi pada bulan-bulan berikutnya, terutama menjelang periode libur sekolah dan musim perjalanan keagamaan yang berpotensi meningkatkan pergerakan penumpang maupun distribusi barang di daerah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....