Payakumbuh Rawan Bencana, Kesiapsiagaan Personel dan Masyarakat Ditingkatkan
- 27 Apr 2026 00:02 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Kota Payakumbuh termasuk daerah rawan bencana hidrometeorologi seperti cuaca ekstrem, banjir, dan angin puting beliung. Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman saat Apel dan Gladi Kesiapsiagaan Bencana peringatan HKBN, Minggu, 26 April 2026.
Sebanyak 125 personel dari berbagai instansi dan relawan kebencanaan di Kota Payakumbuh mengikuti kegiatan ini dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) di samping Jembatan Surabaya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Batang Agam, Kota Payakumbuh. Gladi kesiapsiagaan kali ini dirancang untuk menguji tiga hal, yakni ketangkasan personel, kelaikan peralatan, dan koordinasi lintas instansi.
“Kesiapsiagaan bukan sekadar slogan. Ini upaya antisipasi dan respons efektif yang harus dibangun sejak dini. Detik-detik awal saat bencana datang adalah penentu antara hidup dan mati,” ujarnya.
Elzadaswarman meminta seluruh peserta menganggap gladi yang berupa latihan kesiapsiagaan bencana ini sebagai situasi nyata. “Ketajaman insting dan kecepatan koordinasi Saudara akan menjadi tumpuan keselamatan warga Payakumbuh,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyerahkan urusan kesiapsiagaan sepenuhnya kepada pemerintah. Setiap keluarga, menurutnya, minimal harus memiliki rencana evakuasi mandiri.
Setelah apel, peserta mengikuti gladi penanganan darurat yang melibatkan puluhan kendaraan operasional, termasuk dua unit ambulans dari Dinas Kesehatan, tiga unit motor trail dan satu armada damkar dari Satpol PP dan Damkar, serta dua unit motor patroli dari Dinas Perhubungan.Jumlah peserta gladi berasal dari 19 unsur.
Selain Pemerintah Kota, Payakumbuh, hadir pula BASARNAS, PMI, ORARI, RAPI, TAGANA dari Dinas Sosial, Pramuka, serta Koordinator KSB dari lima kecamatan se-Payakumbuh. Jumlah peserta terbesar berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh dengan 33 orang, diikuti TAGANA (17 orang), Satpol PP & Damkar (10 orang), dan Pramuka (10 orang).
Seluruh peserta diwajibkan mengenakan pakaian sesuai ketentuan masing-masing, seperti PDL (Pakaian Dinas Lapangan) atau kaus berwarna oranye bagi KSB. Diketahui, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....