Pramuka Pasaman Barat Siapkan Saka SAR Hadapi Risiko Bencana
- 18 Sep 2026 16:08 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang – Gerakan Pramuka Pasaman Barat menyiapkan pembentukan Satuan Karya (Saka) SAR untuk meningkatkan kapasitas generasi muda dalam pencarian dan pertolongan saat kondisi darurat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di daerah yang memiliki risiko gempa bumi, tanah longsor, banjir, dan bencana lainnya.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) 0317 Gerakan Pramuka Pasaman Barat Risnawanto mengatakan, anggota Pramuka memiliki potensi untuk berperan dalam pengabdian kepada masyarakat, termasuk pada bidang penanggulangan bencana. Kemampuan menghadapi kondisi darurat perlu diperkuat melalui pendidikan dan pelatihan yang terarah.
“Pasbar merupakan daerah yang memiliki risiko bencana, mulai dari gempa bumi, tanah longsor hingga banjir,” katanya saat penandatanganan nota kesepahaman tentang penyelenggaraan pencarian dan pertolongan serta pembentukan Saka SAR di Kabupaten Pasaman Barat, Jumat, 18 September 2026.
Menurutnya, kondisi geografis Pasaman Barat dengan garis pantai yang luas, sungai yang membentang, serta keberadaan gunung api membutuhkan kesiapsiagaan dan kemampuan pertolongan yang memadai. Sinergi dengan lembaga yang memiliki kompetensi di bidang pencarian dan pertolongan dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas anggota Pramuka.
Kerja sama Kwarcab 0317 Pasaman Barat dengan Basarnas Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan upaya tersebut. Kolaborasi diarahkan pada penyelenggaraan pencarian dan pertolongan sekaligus pembentukan Saka SAR di Kabupaten Pasaman Barat.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman Novi Yurandi mengatakan, Pramuka memiliki potensi sumber daya manusia yang dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan pencarian dan pertolongan. Semangat pengabdian, kedisiplinan, serta kedekatan anggota Pramuka dengan masyarakat menjadi modal dalam pengembangan kapasitas tersebut.
“Pramuka memiliki potensi besar, terutama dari sisi sumber daya manusia, semangat pengabdian, kedisiplinan, serta kedekatan dengan masyarakat,” ujar Novi.
Ia mengatakan, pembentukan Saka SAR tidak hanya berorientasi pada keberadaan organisasi, tetapi juga peningkatan kemampuan anggotanya. Kapasitas tersebut akan dibangun melalui pendidikan, pelatihan, simulasi, latihan bersama, serta pembinaan potensi secara berkelanjutan.
Novi berharap anggota Pramuka yang tergabung dalam SAKA SAR nantinya memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat. Keberadaan mereka juga diharapkan dapat menjadi bagian dari potensi masyarakat yang siap membantu dalam penanganan bencana dan kondisi kedaruratan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....