Pemko Padang Siapkan 60 Anggota KSB Padang Jadi Trainer Kebencanaan

  • 22 Sep 2026 16:51 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Padang menyiapkan 60 anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB) menjadi calon pengajar atau trainer kebencanaan. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar kesiapsiagaan dan respons menghadapi bencana tidak hanya bertumpu pada pemerintah.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, KSB memiliki posisi penting sebagai ujung tombak pemerintah dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan masyarakat. Keberadaan KSB juga diperlukan untuk membangun kesiapsiagaan sejak sebelum bencana terjadi.

Menurut Fadly, karakter geografis Kota Padang membuat kesiapsiagaan perlu dibangun secara sistematis. Ancaman bencana yang dihadapi tidak hanya gempa bumi dan tsunami, tetapi juga hujan ekstrem, banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin puting beliung.

“Kita harus betul-betul meningkatkan kesiapsiagaan dan kesigapan kita dalam menghadapi bencana, karena ini sesuai dengan program unggulan kita yaitu Padang Sigap,” ujar Fadly saat membuka Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Tahun 2026 di Convention Hall Bukit Lampu, Senin 21 September 2026.

Fadly menekankan pentingnya pemetaan peran dan respons sejak sebelum bencana terjadi. Ketika kondisi darurat muncul, masyarakat dan pemerintah harus mengetahui siapa yang bertugas, lokasi yang harus ditangani, serta bentuk pertolongan pertama yang perlu diberikan.

“Ketika nanti terjadi suatu bencana, harus terpetakan dengan baik siapa, di mana, dan bagaimana penanganan pertama harus diberikan dan dilakukan,” katanya.

Ia berharap peserta tidak hanya memahami materi selama pelatihan, tetapi juga mampu menerapkannya dan membagikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat. Dengan demikian, KSB dapat berkembang menjadi jejaring edukasi sekaligus respons kebencanaan di tingkat kelurahan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan, pelatihan dirancang untuk membentuk KSB yang tangguh, responsif, dan terorganisir. Sebanyak 60 peserta dipersiapkan memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan untuk mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana.

“Pelatihan ini diadakan selama lima hari, sampai dengan 25 September 2026 mendatang. Peserta pelatihan ini ditujukan kepada KSB yang memiliki potensi menjadi pengajar atau trainer dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, sebanyak 60 orang peserta,” jelas Hendri.

Ketua Komisi III DPRD Kota Padang Helmi Moesim mengatakan, penguatan kapasitas KSB penting karena kelompok tersebut menjadi mitra pemerintah yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain kemampuan teknis, pelatihan juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dalam mitigasi dan penanggulangan bencana.

“Pemerintah kota memandang KSB sebagai mitra pemerintah dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana. Karena itu, kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kapasitas, membangun koordinasi, serta memperkuat peran KSB di tengah masyarakat,” ujar Helmi.

Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Tahun 2026 tersebut digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang selama lima hari, 21 hingga 25 September 2026, di Convention Hall Bukit Lampu. Pesertanya merupakan anggota KSB Kecamatan Padang Timur yang dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan pengetahuan kebencanaan kepada masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....