BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Gelombang hingga 4 Meter di Barat Mentawai
- 27 Apr 2026 12:01 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Sumatera Barat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi. Terutama pada sore hingga malam hari akibat perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak.
Koordinator Prakiraan dan Analisis BMKG Maritim Teluk Bayur, Budi Iman Samiaji, kepada RRI pada Senin, 27 April 2026 mengatakan kondisi cuaca di perairan Sumbar dalam beberapa pekan terakhir cenderung dinamis. Pada pagi hingga siang hari umumnya cerah, namun memasuki sore hingga malam terjadi perubahan signifikan, dengan kondisi cuaca disertai hujan dan angin kencang.
“Perubahan ini terjadi secara tiba-tiba, dari kondisi panas langsung menjadi hujan disertai angin. Ini yang menjadi dasar kami mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi, khususnya pada sore hingga malam hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk perairan Sumatera Barat hingga Kepulauan Mentawai bagian timur, tinggi gelombang diperkirakan mencapai maksimal 1 meter. Sementara itu, di wilayah perairan barat Mentawai, tinggi gelombang dapat mencapai hingga 4 meter.
Menurutnya, aktivitas pelayaran dan nelayan masih dapat berlangsung, namun harus meningkatkan kewaspadaan, terutama pada rentang waktu rawan perubahan cuaca, yakni sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam hari.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai untuk lebih berhati-hati. Perubahan cuaca mendadak berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak yang bermain atau mandi di pantai.
“Beberapa kejadian sebelumnya, korban didominasi anak-anak yang terseret arus. Karena itu, pengawasan orang tua sangat penting, terutama saat sore hari menjelang malam,” katanya.
Ia mengimbau agar wisatawan menghindari aktivitas mandi di pantai ketika kondisi cuaca mulai berubah, seperti langit yang menggelap dan angin bertiup kencang. Jika kondisi tersebut terjadi, masyarakat diminta segera menjauh dari bibir pantai dan kembali ke daratan.
Budi memperkirakan kondisi cuaca yang fluktuatif ini masih akan berlangsung hingga 28 April 2026. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi cuaca guna mengantisipasi potensi risiko di wilayah perairan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....